Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Tampilkan postingan dengan label Wacana. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wacana. Tampilkan semua postingan

Jumat, 20 Februari 2009

Beberapa Tempat Favorit Untuk Menemukan Jodoh


Menurut Evi Nurulita dalam bukunya Dilarang Kencan Sembarangan, ada beberapa tempat untuk Anda menemukan kekasih yang tepat. Kekasih yang sesuai dengan kepribadian dan impian Anda.


Berikut beberapa tempat dimana Anda bisa bertemu dengan Mr/Mrs.Right.

Bengkel

Kalau Anda tipe perempuan yang menyukai dunia otomotif atau paling tidak mengerti soal mobil dan motor, bengkel adalah jawabannya. Jangan ragu untuk buka mata ketika datang ke bengkel dan mencari Mr. Right.

Toko Buku

Selain mmebuka wawasan dengan membaca buku Anda juga bisa menemukan 'dia'. Jangan hanya ke toko buku besar, bukan tak mungkin Anda bertemu jodoh di toko buku kecil yang kadang tak Anda anggap.

Resepsi Pernikahan

Jangan malas untuk datang ke resepsi pernikahan teman Anda sekalipun hanya datang sendiri. Inilah saat yang tepat untuk tampil menawan dan mencari pujaan hati. Siapa tahu diantara tamu yang datang, atau kerabat si empunya pesta adalah jodoh Anda.

Bioskop

Siapa bilang bioskop hanya untuk mereka yang berpasangan? Anda dan teman-teman yang masih lajang pun juga bisa datang ke tempat ini. Seperti pepatah dulu yang mengatakan sambil menyelam minum air, sambil menonton mencari tambatan hati.

Social Networking

Situs jejaring sosial yang makin marak seperti Facebook, MySpace, dan Multiply mampu membuat Anda lebih dekat dengan seseorang meskipun belum mengenalnya. Bergabunglah dengan situs tersebut dan masukkan daftar orang-orang yang pantas menjadi teman Anda.

Konser Musik

Banyak musisi luar yang datang ke Indonesia pastinya tak hanya menguntungkan untuk ditonton, tapi juga untuk 'cuci mata'. Siapa tahu satu dari sekian banyak tamu atau bahkan sang musisi sendiri yang menjadi pria Anda.

Bergabung dengan Komunitas

Ada banyak keuntungan jika Anda bergabung dengan suatu komunitas. Selain menambah wawasan dan menyalurkan hobi, tak menutup kemungkinan Anda bertemu jodoh di sana.


(rileks.com)

Tarif Internet Bakal Turun 200 Persen


Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), M. Nuh, mengatakan, pihaknya mendorong penurunan tarif internet tidak sekadar 100 persen tetapi mencapai 200 persen pada tahun ini. "Kami akan turunkan (tarif internet) bukan 100 persen tetapi 200 persen," kata M. Nuh di Jakarta, Kamis (19/2), setelah membuka acara One Day Seminar bertema Memanfaatkan Indikator Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi.

Namun, ia menekankan bahwa penurunan itu harus realistis karena saat ini menurut dia tarif internet sangat tergantung pada Internet Service Provider (ISP). ISP ada yang menawarkan tarif sangat mahal tetapi sebaliknya ada ISP yang menawarkan tarif sangat murah.

"Kenapa bisa begitu? Karena dipengaruhi oleh dua hal yaitu investasi yang terlalu mahal dan captive market yang kecil sehingga tarif ritel naik," katanya.

Oleh karena itu, pihaknya akan mendorong agar market bisa semakin besar. "Internet itu digunakan oleh satu orang tetap sama dengan dipakai 10 orang. Ini yang harus dicari trade off-nya," katanya.

Menteri mengatakan, pihaknya tidak akan menerbitkan regulasi terkait penurunan tarif internet tetapi lebih ke arah regulasi yang dapat mendorong agar tarif dapat turun. Contoh sederhana adalah dengan mempermudah proses perizinan dan uji wilayah.


source: tribunbatam.co.id

Sabtu, 14 Februari 2009

Pegawai Negeri Sipil Wajib Pakai Produk Dalam Negeri



Pegawai Negeri Sipil (PNS) di semua instansi harus bersiap mengganti produk yang dipakainya khususnya sepatu dengan produk asli buatan dalam negeri. Keputusan tersebut harus diambil setelah diberlakukannya instruksi presiden terkait P3DN sejak awal pekan lalu.

"Terkait inpres, pak Wapres nanti akan anjurkan agar semua pejabat negara dari golongan paling bawah sampai golongan paling atas untuk menggunakan sepatu dan produk lainnya buatan dalam negeri,"ujar Menteri Perindustrian Fahmi Idris seusai membuka acara Pameran alas kaki, kulit, dan produk kulit Indonesia 2009 di Balai Sidang Jakarta, Kamis (12/2).

Dalam pelaksanaan aturan baru tersebut, minggu depan, Departemen Perindustrian dan Departemen Perdagangan akan mulai berkoordinasi untuk menetukan kebijakan-kebijakan lebih lanjut yang akan diambil. Menurut Fahmi, rencananya Depdag akan jadi pihak pengkampanye produk dalam negeri. Sementara Depperin bertugas mengembangkan kemampuan produksi dalam negeri.

"Kita nanti tindaklanjuti dengan ketemu Depdag serta departeman-departemen lain untuk membuat kebijakan-kebijakan,"ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, lanjutnya, juga akan dibahas terkait sanksi yang dikenakan bagi PNS jika melanggar ketentuan yang ada. Selain itu, banyaknya produk yang harus buatan dalam negeri yang harus dipakai juga akan dibahas dalam pertemuan tersebut.

Pemberlakuan ketentuan baru tersebut, sambung Fahmi, bertujuan untuk mengefektifkan produksi dan belanja dalam negeri. Fahmi mengaku, saat ini parodusen dalam negeri banyak dirugikan dengan masuknya produk-produk impor yang masuk secara ilegal. Karena produk tersebut memiliki kualitas yang bagus dan dipasarkan dengan harga murah.

"Kita kesulitan juga dengan masuknya produk-produk luar negeri yang masuknya ilegal. Itu kan harganya murah dan mutunya oke,"ujarnya.

Namun ia yakin, dengan upaya pencegahan yang dilakukan pemerintah, maka hal tersebut diharapkan dapat diatasi. Upaya pencegahan tersebut adalah dengan penetapan lima entry point bagi produk import dan peningkatan operasi dan pengawasan. Dalam hal pengawasan, pemerintah akan bekerjasama dengan pihak kepolisian, bea cukai, dan angkatan laut.

Dilengkapi pula dengan kebijakan pemerintah lain terkait industri persepatuan. Yaitu memperkuat cluster industri alas akaki, meningkatkan pasokan bahan baku, adanya kebijakan industri alas kaki, serta mendorong investasi alas kaki.

"Kita akan perkenalkan produk dan industri dalam negeri termasuk segala keunggulannya pada konsumen. Apalagi dalam kondisi krisis seperti ini, sudah sepatutnya kita lirik produk sendiri, jangan luar negeri lagi. Khususnya sepatu. Apalagi kualitas yang kita punya sudah luar biasa bagusnya,"paparnya.

Pemberlakuan inpres dan kewajiban mengenakan produk dalam negeri, khususnya sepatu, mendapat respon positif dari kalangan pengusaha. Ketua Umum Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Eddy Widjanarko menyatakan bahwa pemberlakuan inpres tersebut sangat menguntungkan pihak pengusaha.

"Itu menguntungkan kita. Apalagi nanti ada SK bahwa semua PNS pakai sepatu dalam negeri. Ini nanti kita manfaatkan untuk meningkatkan pasar kita,"ungkapnya.

Pemanfaatan pasar, lanjutnya, akan dilakukan dengan mencoba menguasai pasar sepatu yang sebelumnya dikuasai asing. Ia menjelaskan, selama ini 60% pasar dalam negeri dikuasai oleh negara asing khususnya China. Sehingga target penjualan Rp5 triliun pada tahun 2009 dapat tercapai.

"Kita ingin balik, ekspor kita yang 60%. Sehingga kapasitas kita nanti penuh semua. Pabrik bisa ekspansi," ungkapnya.

Target tersebut, kata Eddy direncanakan akan terkejar dengan memanfaatkan peak season kenaikan kelas dan jadwal masuk sekolah pada bulan Maret mendatang. Rencana ekspansi dengan nilai investasi US$700 juta juga akan dilakukan untuk mencapai target tersebut.

Eddy mengungkapkan hingga saat ini sudah ada dua perusahaan yang bersedia untuk berinvestasi dalam usaha ini. Ditambah dengan jaminan tidak ada kendala bahan baku, maka Eddy berharap eksistensi industri persepatuan dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan.

Ia menjelaskan, tahun 2009, diprediksi akan ada penurunan dalam penjualan sepatu nonsport sekitar 10-20%. Selama ini sepatu nonsport inilah yang memiliki pasar 45%. Sementara itu, 55% dikuasai oleh merek sepatu sport besar seperti Nike, Adidas, Reebok, dan Diadora. Namun ia yakin permasalahn tersebut dapat diatasi dengan kebijakan baru oleh pemerintah dan dengan ekpansi yang dilakukan. (*/OL-03)


sumber: http://mediaindonesia.com/index.php?ar_id=NjA1Njk=

Selasa, 10 Februari 2009

Para Calon Pengganti Scolari



Chelsea akhirnya memecat Luiz Felipe Scolari, Senin pagi setelah menangani klub London Barat ini selama 223 hari atau hanya tujuh bulan saja sejak melepaskan posisinya sebagai pelatih Portugal.


Tentu saja ini keputusan yang berani, pasalnya Chelsea akan meladeni Juventus di babak 16 besar Liga Champions akhir bulan ini. Artinya, masih belum ada kepastian, apakah dengan pemecatan Scolari ini, Chelsea akan kembali menuai poin atau bahkan tersingkir dari pentas Liga Champions.

Kini, tugas Chelsea adalah menemukan pelatih baru secepat mungkin. Media dan fans tidak ingin menghabiskan waktu untuk melihat sosok baru di bangku cadangan Chelsea.

Berikut ini, beberapa kandidat yang layak mengisi kekosongan yang ditinggalkan Scolari. Siapakah yang pantas menduduki kursi panas di Stamford Bridge?:

Avram Grant

Apakah mungkin? Avram Grant menuai sukses meski hanya beberapa bulan menangani klub miliki Roman Abramovich ini. Pelatih asal Israel ini membawa Chelsea ke final Liga Champiosn sebelum dikalahkan Manchester United lewat adu penalti yang menegangkan.

Sayangnya, Grant tidak familiar di kalangan fans Chelsea karena dinilai tidak memiliki inovasi selama kepemimpinannya. Jadi sulit rasanya, Chelsea menggaet Grant untuk kedua kalinya.

Guus Hiddink

Media Inggris menyebutkan, pelatih Rusia ini difavoritkan seperti halnya Grant. Pelatih asal Belanda ini tidak diragukan sangat popular bersahabat dengan Abramovich, tapi apakah dia ingin merasakan tekanan di Stamford Bridge atau tidak, itu lain persoalan.

Roberto Mancini

Menurut agennya, mantan pelatih Inter Milan ini tidak bersedia menangani Chelsea. Namun, jika mengambilalih posisi yang ditinggalkan Scolari, sudah pasti akan menohok Jose Mourinho yang menggantikan posisinya di I Nerazzurri.

Agen Mancini menyebutkan, tidak ada kontak dengan pihak Chelsea, artinya Mancini tidak terlalu dijagokan menjadi pelatih Chelsea selanjutnya.

Frank Rijkaard

Pelatih asal Belanda ini masih nganggur usai dilengserkan dari posisinya sebagai pelatih Barcelona. Rijkaard mungkin memiliki catatan sejarah di Camp Nou, mengantarkan Barca meraih gelar La Liga dan Liga Champions.

Abramovich sudah lama mengagumi Rijkaard, bisa jadi mantan pemain timnas Belanda ini bisa menuai kesempatan di Stamford Bridge.

Ray Wilkins

Asisten pelatih Scolari ini ditunjuk sebagai pelatih sementara. Sebagai caretaker, Wilkins memang berpeluang untuk menaikkan pamornya. Jika berhasil menuai hasil mengesankan, bukan tidak mungkin Wilkins akan naik pangkat.

Gianfranco Zola

Pelatih West Ham ini bisa juga bertukar tempat dari Upton Park pindah ke Stamford Bridge. Mantan pemain Ch1elsea ini kita mengikat kontrak selama tiga tahun bersama West Ham. Zola sudah lima bulan menangani The Hammers, artinya dia tentu memiliki harga tersendiri. Tapi kemungkinan besar, Zola setia dengan klub barunya tersebut.

source: inilah.com

Jumat, 06 Februari 2009

Parkinson Usia Muda

Parkinson Disease atau biasa disebut Parkinson selama ini dikenal sebagai penyakit yang menyerang orang usia lanjut. Namun, penyakit yang ditemukan pada 1817 oleh dr James Parkinson ini juga menyerang usia muda. Sebut saja Jeni Susilowati yang kini berusia 48 tahun. Dia terkena Parkinson sejak umur 25 tahun. Jeni merupakan pasien Parkinson termuda yang mejalani perawatan di RSU dr Soetomo Surabaya.

Selain Jeni, di Driyorejo, Gresik, satu keluarga juga terkena Parkinson pada usia relatif muda. Sang ayah memilih pensiun dini dari TNI AL pada usia 45 tahun karena penyakit ini. Ternyata, kedua putrinya juga mengidap penyakit yang sama. Bahkan, putri pertama meninggal pada usia 45 tahun, tiga tahun setelah Parkinsonnya parah.


Rata-rata serangan Parkinson terhadap keluarga di Driyorejo itu mulai terjadi sejak usia 40 tahun. “Kalau mau salaman, tangannya bergerak ke sana ke mari,” tutur tetangga penderita Parkinson ini di Surabaya, Kamis (5/2).


Namun, pasien Parkinson yang dirawat di RS rata-rata memang berusia di atas 60 tahun. Di RS Haji Surabaya pada 2007 tercatat 84 pasien dan 85 pasien pada 2008. Di RS Siloam Surabaya tercatat 33 pasien pada 2007 dan 22 pasien selama 2008. Di RS Al-Irsyad hanya 3 pasien pada 2007 dan 2 pasien pada 2008. Di RSU dr Soetomo pada 2007 tercata 130 pasien dan meningkat pada 2008 dengan 25-30 pasien per bulan.


Mengapa Parkinson menyerang usia muda? ”Rata-rata Parkinson menyerang pada usia 60 tahun, tapi pada orang bisa menyerang orang yang lebih muda bila mereka mengalami trauma otak dan yang memiliki bakat Parkinson,” tutur dr Linardi Widjaya SpS(K), dokter yang praktik di RS Siloam Surabaya, Kamis (5/2).


Linardi menjelaskan, penyebab Parkinson adalah kerusakan neuron, unit terkecil pada otak yang berperan meneruskan pesan dari otak ke syaraf sebelum pesan sampai ke anggota tubuh lainnya, atau sebaliknya. Komunikasi antarneuron terjadi dengan bantuan zat cair yang disebut neurotransmitter yang meloncat dari satu neuron ke neuron lain.


Untuk gerak motoris, jelas dr Linardi, neurotransmitter yang dipakai adalah Dopamin dan Acetyl-Cholin. Pada otak sehat, jumlah keduanya seimbang sehingga gerak motoris mulus.


Dopamin sebagian besar dibuat oleh sekelompok neuron yang disebut substantia nigra yang berada di basal ganglia (di bagian bawah atau dasar otak).”Nah, kerusakan substantia nigra inilah yang mendasari munculnya penyakit Parkinson,” jelas dr Linardi.

Gejala Parkinson

Orang dengan Parkinson mempunyai tanda bahwa substantial nigranya (bagian otak yang menghasilkan dopamin, noradrenalin, dan serotonin) rusak atau kering. Akibatnya, otak kehilangan kemampuan memproduksi bahan kimia tersebut.


Parkinson dimulai dengan gangguan kecil seperti Bradykinesia (gerak melambat), resting tremor yang khas, rigidity (otot kaku), kesulitan melangkah (gait disturbance). Namun, kadang-kadang ada yang dimulai dengan depresi (rasa susah), instabilituy (mudah jatuh). Selain itu, juga ada gejala nonmotorik seperti kemunduran intelektual secara progresif (dementia), kesulitan tidur, gelisah, dan berbagai mimpi buruk.


”Juga adanya perubahan emosi seperti penakut, mudah tersinggung, tidak percaya diri dan rasa sedih, gangguan buang air besar (BAB) dan buang air kecil (BAK), serta kegelisahan seksual,” ungkap dr Linardi.


Kebanyakan orang dengan Parkinson, lanjut Linardi, tak mempunyai penyebab spesifik. Namun beberapa di antaranya dapat disebabkan karena keturunan, toksin/racun, trauma kepala, dan penyakit Parkinson drug-incuded. Untuk keturunan, sejumlah mutasi genetic yang spesifik penyebab penyakit Parkinson telah ditemukan, termasuk dalam populasi tertentu ( Contursi, Italia) dan terdapat dalam suatu kasus minoritas penyakit Parkinson.


”Seseorang yang menderita Parkinson kemungkinan mempunyai keluarga yang juga mempunyai penyakit Parkinson. Namun bagaimana pun, hal ini tidak berarti bahwa penyakit tersebut telah diteruskan secara genetik,” jelasnya.


Racun yang diduga sangat kuat dan bisa menyebabkan Parkinson adalah pestisida dan transition-series logam seperti mangan atau besi. Selain itu, Anipsychotics yang digunakan untuk penyembuhan penyakit kejiwaan dapat mempengaruhi gejala penyakit Parkinson akibat penurunan aktivitas dopaminergic.

On-Off

”Beberapa penderita menunjukkan gejala on-off yang sangat mengganggu karena penderita tidak tahu kapan gerakannya mendadak menjadi terhenti, membeku, sulit. Jadi gerakannya terinterupsi sejenak,” kata dr Linardi.


Dia menambahkan, penderita Parkinson dengan gejala yang sudah jelas tidak perlu dirawat di rumah sakit. “Banyak terapi yang digunakan untuk menyembuhkan penyakit Parkinson,” katanya.


Selain mengonsumsi obat-obatan, sebagian besar penderita Parkinson akan merasa efek baik dari terapi fisik. Pasien akan termotivasi sehingga terapi ini bisa dilakukan di rumah, dengan diberikan petunjuk atau latihan contoh di klinik terapi fisik.


Program terapi fisik pada penyakit Parkinson merupakan program jangka panjang dan jenis terapi disesuaikan dengan perkembangan atau perburukan penyakit, misalnya perubahan pada rigiditas, tremor, dan hambatan lainnya. Tidak hanya terapi fisik, terapi suara juga dibutuhkan untuk “kekacauan suara” yang diakibatkan Parkinson, yakni dengan Lee Silverman Voice Treatment (LSVT) untuk meningkatkan volume suara. k1


source: http://www.surabayapost.co.id/?mnu=berita&act=view&id=afd0be2fd16b0101d8926769343c7950&jenis=c81e728d9d4c2f636f067f89cc14862c

Kamis, 05 Februari 2009

BI Akan Cabut Izin Usaha Syariah


Bank Indonesia (BI) akan mengambil tindakan tegas jika mengetahui perbankan syariah maupun unit usaha syariah memasarkan produk derivatif yang merugikan kepentingan nasabah dan tidak sesuai dengan prinsip syariah. Tindakan tegas berupa pencabutan izin usaha syariah akan dilakukan jika kesalahan yang dilakukan terlalu fatal.

Deputi Gubernur BI Siti Chalimah Fadjrijah mengatakan, BI akan mengambil tindakan tegas bila ada bank syariah yang kedapatan memasarkan produk derivatif. Bahkan, kalau kesalahannya dinilai fatal, maka sanksi yang harus diterima adalah pencabutan izin operasional.

"Untuk sementara tidak (kasus Bank Danamon). Namun, kalau dia salah baru dikasih sanksi. Artinya begini,� kalau seluruh asetnya digunakan tidak sesuai syariah baru kita cabut izin unit syariahnya. Tapi kalau ini ada apa, kita harus pelajari fakta-faktanya," jelasnya, di sela pelaksanaan Festival Ekonomi Syariah di JCC, Senayan, Jakarta, Rabu (4/2/2009).

Fadjrijah mengakui, hingga saat ini BI belum mengambil tindakakan pemberian sanksi. BI hanya menegur bank yang melakukan transaksi derivatif. Sedangkan disinyalir ada bank syariah maupun unit usaha syariah lain yang melakukan penjualan produk derivatif, Fadjrijah enggan menjawabnya.

"Yang tersiar hanya satu dan saya tidak mau individu. Setahu saya itu saja. BI cepat mengetahui dan langsung meminta dihentikan dan diselesaikan," imbuhnya.

Menurut Fadjrijah, BI terus melakukan mediasi dengan bank-bank syariah agar tidak ada lagi kejadian serupa. Mediasi dilakukan antara nasabah dengan bank di Direktorat Investigasi dan Mediasi Perbankan (DIMP) untuk jumlah Rp500 juta ke bawah.

"Itu jumlahnya ribuan, semua bank, baik konvensional maupun syariah. Untuk bank yang ada problem agak besar, biasanya kita mempertemukan, mereka yang negosiasi, bukan BI dan itu kegiatan yang sudah lama dilakukan pengawas. Jadi kalau ada dispute, untuk penyelesaianya supaya win-win solution kita mediasi," tuturnya.


source: okezone.com

Selasa, 03 Februari 2009

Memperjuangkan Kematangan Demokrasi



Analisis, oleh: Yudi Latif


Saat diundang Megawati Institute untuk menanggapi beleid politik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan menjelang rapat kerja nasional di Solo, saya terenyak oleh pertanyaan seorang wartawan. ”Apa risikonya jika pemilu yang mahal ini tak menghasilkan pemimpin yang diharapkan?”


Mahalnya biaya kekuasaan pantas dirisaukan. Indonesia begitu cepat menandingi fenomena yang sama di Amerika Serikat, dengan produk nasional bruto (GNP) yang tak tertandingi negara kita. Indikasinya bisa dilihat dari kenaikan secara eksponensial total belanja iklan politik.


Menurut Nielsen (Media Indonesia), pada 1999, total belanja iklan politik hanya Rp 35 miliar, meroket tajam menjadi Rp 3 triliun pada 2004. Menjelang Pemilihan Umum 2009, angkanya mencapai Rp 1,327 triliun pada 2007, menjadi Rp 2,2 triliun pada 2008, dan dipastikan melambung pada tahun 2009.


Jumlah itu akan kian mengerikan jika ditambah pembiayaan pelaksanaan pemilu dan kekerapan pemilihan kepala daerah serta pembiayaan kampanye lapangan, mungkin juga money politics, dari puluhan partai serta ribuan calon anggota legislatif di daerah pemilihan.


Borosnya pembiayaan politik berbanding terbalik dengan paceklik perekonomian yang mengimpit negeri. Belum sepenuhnya pulih dari krisis ekonomi yang lalu, seketika muncul krisis ekonomi global yang membawa luberan krisis baru yang melumpuhkan.


Kontradiksi harus diwaspadai karena David Morris Potter pernah berhipotesis, ”Demokrasi lebih cocok bagi negara dengan surplus ekonomi dan kurang cocok bagi negara dengan defisit perekonomian.” Upaya memperjuangkan demokrasi dengan ongkos mahal, dalam kondisi paceklik, bisa berujung pada penggalian kuburan demokrasi.


Institusi demokrasi

Isu utamanya bukanlah muncul atau tidaknya pemimpin yang diharapkan, tetapi sehat atau tidaknya institusi demokrasi sebagai produk ekstravaganza politik itu. Penekanan pada penyehatan institusi ini adalah konsekuensi dari pilihan Indonesia untuk keluar dari rezim stabilitas yang tertutup menuju rezim stabilitas yang terbuka.


Pada rezim pertama, stabilitas negara sangat bergantung pada karisma pemimpin secara individual. Kapasitas pemerintah untuk mengimplementasikan kebijakan cenderung mengalami sentralisasi yang memusat pada pemimpin besar.


Durabilitas dari stabilitas negara semacam itu dibatasi siklus karisma pemimpinnya; sedangkan ketertutupannya terhadap dinamika intern dan ekstern membuatnya tak memiliki kelenturan dalam menghadapi guncangan (shock) sehingga mudah terjerembab ke dalam krisis.


Pada rezim kedua, stabilitas negara bergantung pada karisma institusi-parlemen yang representatif dan responsif, eksekutif dengan kapasitas direktif-koordinatif, birokrasi yang impersonal, lembaga peradilan yang independen, lembaga pemilihan yang tepercaya dan imparsial, serta komunitas-komunitas kewargaan yang partisipatif. Kebijakan negara terbuka bagi dinamika arus informasi dan ide dari luar maupun dalam negeri, yang membuatnya memiliki daya absorpsi terhadap guncangan.


Negara yang bertransisi dari rezim stabilitas yang tertutup menuju stabilitas yang terbuka akan menjalani periode instabilitas yang berbahaya. Celakanya, tidak ada jalan pintas untuk itu dan tidak selamanya bisa dilalui. Trayek yang dilalui bisa membawa negara pada empat posisi: negara tanpa stabilitas (failed state), berstabilitas rendah, berstabilitas moderat, dan berstabilitas tinggi.


Beruntung transisi politik Indonesia saat ini tidak membuatnya terjerembab ke dalam failed state, yang ditandai dengan ketidakmampuan negara untuk mengimplementasikan dan menegakkan kebijakan. Indonesia saat ini berada pada status negara berstabilitas rendah; ditandai dengan otoritasnya yang masih diakui dan hingga taraf tertentu masih mampu menegakkan hukum, tetapi masih berjuang untuk bisa mengimplementasikan kebijakan efektif dan efisien.


Demi meningkatkan efektivitas dan efisiensi, reformasi dalam institusi perekonomian, politik, dan birokrasi menjadi keharusan. Industri yang tidak efisien harus ditutup atau disehatkan, pemborosan sumber daya alam diakhiri, ketergantungan pada pihak asing dikurangi dengan memperkuat kemandirian; prosedur dan kelembagaan politik disederhanakan dan diberdayakan; birokrasi dirampingkan, disinergikan, dan diresponsifkan. Semuanya bukan tanpa pengorbanan. Banyak pihak yang akan merasa dirugikan oleh reformasi kelembagaan. Pengangguran dan dislokasi sosial yang ditimbulkan bisa membawa instabilitas, yang acap kali mendorong sebagian warga untuk menyerukan restorasi dengan mengorbankan manfaat reformasi yang digulirkan.


Betapapun mengguncangkan, pemimpin reformasi mesti siap dan mampu mengeluarkan modal politik demi membawa perubahan. Termasuk dalam kesiapan ini adalah komitmen mengurangi ongkos politik dan ketidakpopuleran demi tercapainya efektivitas pemerintahan.


”Tiada yang lebih sulit dilakukan, lebih sangsi menuai hasil, dan lebih gawat ditangani, ketimbang memulai suatu perubahan,” ujar Machiavelli. Siapa berani jadi pemimpin haruslah berani menanggung risiko: melakukan pengorbanan bagi perwujudan tatanan baru.


source: http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/02/03/00142616/memperjuangkan.kematangan.demokrasi

Jumat, 30 Januari 2009

4 Kiat dan Cara Sukses Ala Obama


Tidak dapat dipungkiri, bahwa Barrack Obama adalah presiden yang banyak mendapat tugas dari dunia ini. Seakan-akan Obama langsung mendapat beban untuk mengubah dunia. Berbagai harapan diletakkan di pundak presiden kulit hitam pertama di Amerika Serikat ini. Keberhasilan Obama dalam menggaet hati para pendukungnya tentunya bukan usaha mudah dan sederhana. Kemenangan sensasionalnya, yang mencatatkan dirinya sebagai presiden AS pertama yang tidak dilahirkan di Amerika, tentunya tidak semudah membalikkan telapak tangan.

Dalam kesuksesan luar biasa ini, tentunya banyak hal dari seorang Obama yang bisa kita contoh dan bisa kita aplikasikan bersama dalam langkah dan kehidupan kita. Kenapa tidak kita coba?

1. Rangkul Teknologi

Sejarah akan mencatat bahwa Obama adalah presiden pertama yang mengerti dan menggunakan secara efektif kelincahan dan luasnya teknologi modern. Dan keputusan dalam penggunaan teknologi ini adalah keputusan yang cerdas. Memang Obama bukan presiden pertama yang menggunakan teknologi (misalnya debat presidensial JK Kennedy yang ditayangkan di TV), tapi karena adanya jaringan sosial yang memungkinkan Obama memiliki banyak "teman", membuat nya tampil dengan personalitas yang tidak pernah dimiliki oleh kandidat manapun. Penggunaan teknologi ini memungkinkan para pendukungnya untuk merasa dekat dengan dia, tanpa harus benar-benar turun ke jalan dan melakukan banyak hal.

Jadi: Teknologi bukanlah statis, teknologi selalu bergerak. Jadi merangkul teknologi tidak hanya bijaksana, tapi akan sangat baik jika Anda mengerti dan mau menggunakan trend yang sedang berjalan.

2. Jadilah orang yang lebih besar.

Ingat pada masa kampanye, pers sedang memburu Obama untuk berkomentar mengenai keadaan putri Sarah Palin yang pada saat itu masih remaja dan sedang hamil. Sebagai lawan politik, Obama bisa dengan mudah menjatuhkan Sarah, tapi ia malah mengatakan "Ibu saya sendiri mengandung saya pada usia 18 tahun," jawaban yang mencengangkan. Jawaban luar biasa dan jujur, dan sangat tidak lazim yang muncul dari lawan politik. Langkah ini membuat Obama semakin tampak mulia dan mau mengambil jalan berat daripada jalan yang mudah dan memojokkan. Lebih jauh lagi, jika ia mengambil kesempatan untuk menjatuhkan Palin, maka dengan mudah ia menunjuk ke dirinya sendiri bahwa ia juga melakukan dosa yang sama.

Jadi: Anda tidak selalu bisa menang dalam memilih menjadi orang yang lebih mengalah, tapi Anda tidak mungkin kalah dengan cara ini. Harga diri memang tidak dilupakan, tapi bukan berarti mudah dicari, dan saking langka-nya, maka tindakan seperti ini akan meningkatkan nilai dan reputasi Anda di jalan yang Anda tempuh.

3. Angkat diri Anda

Ketika Obama menerima nominasi dari partainya, ia melakukannya dengan cara yang luar biasa. Bukan di tempat tertutup, tapi di stadion di mana para pahlawan olahraga bertempur. Dampaknya, semua orang bakal mengingat hal ini. Karena mereka bukan menghadapi kampanye politis yang membosankan, tapi bagaikan berada di lapangan bola sedang menonton pertempuran mati-matian dari dua tim besar. Citra yang tidak mungkin bisa mudah dilupakan. Hal ini tentunya akan melambungkan citra Obama sebagai seorang pahlawan. Yang kemudian dengan mudah menjadikannya seorang yang berbeda dan sangat unik di mata dunia dan sejarah.

Jadi: Terkadang penampilan di panggung bukan hanya sekedar ditata sedemikian lupa. Ingat bahwa dampak penampilan non-verbal kepada alam bawah sadar. Michael Dukakis pada tahun 1988, menggunakan helm militer, yang membuatnya tampak semakin aneh. Membuat dirinya yang kecil dan kurang disukai, terlihat tambah makin kecil lagi. Ingat, cari cara yang membuat Anda tampak lebih besar dan berharga dari sekitar Anda!

4. Tarik orang yang lebih baik dari Anda!

Keputusan untuk menarik Joe Biden sebagai rekan kampanye-nya adalah gerakan yang luar biasa tepat. Jabatan presiden memang jabatan yang terlalu besar buat ditangani seorang diri. Sukses di administrasi yang ada, seringkali dikaitkan dengan siapa-siapa yang berada di lingkungan kerja Presiden. Pengalaman Joe Biden memang tidak dapat disaingi oleh Obama. Dan tidak ada orang yang dapat menuduh dengan mudah bahwa Obama hanya sekedar mencari ketenaran.

Jadi: Orang sukses akan mengelilingi dirinya dengan orang-orang yang memiliki kemampuan dan kecerdasan yang dapat menguntungkan. Orang-orang yang memiliki kemampuan untuk melengkapi dirinya. Anda tidak harus menjadi orang yang paling cerdas atau paling tampan di lingkaran Anda untuk menjadi seorang yang sukses, Anda hanya harus mempertahankan dan menjaga mereka yang ada di lingkaran Anda!


(kapanlagi.com)

Daftar Universitas Terbaik Indonesia 2009

Webometrics telah mengumumkan pada bulan januari 2009 ini tentang daftar universitas terbaik dari berbagai negara, dan dari daftar tersebut berikut adalah urutan universitas Terbaik Indonesia, dimana Universitas Gadjah Mada Menduduki Peringkat pertama di Indonesia dan menduduki peringkat ke-623 Universitas Terbaik di seluruh Dunia

623 Universitas Gadjah Mada

676 Institut Teknologi Bandung

906 Universitas Indonesia

1604 Universitas Gunadarma

1762 Institut Teknologi Sepuluh Nopember

1960 Sekolah Tinggi Teknologi Telkom

2013 Universitas Kristen Petra

2063 Institut Pertanian Bogor

2152 Universitas Brawijaya

2159 Universitas Sebelas Maret

2672 Universitas Airlangga

2730 Universitas Padjadjaran

3016 Politeknik Elektronika Negeri Surabaya

3026 Universitas Bina Nusantara

3138 Universitas Diponegoro

3198 Universitas Hasanuddin

3254 Universitas Sumatera Utara

3310 Universitas Negeri Yogyakarta

3338 Universitas Budi Luhur

3347 Universitas Pendidikan Indonesia

3467 Universitas Sanata Dharma

3491 Universitas Lampung

3669 Universitas Kristen Duta Wacana

3821 Universitas Islam Indonesia

3950 Universitas Udayana

3983 Universitas Kristen Maranatha

4160 Universitas Riau

4394 Universitas Katolik Parahyangan

4430 Universitas Mercubuana

4572 Universitas Jenderal Soedirman

4623 Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

4780 Universitas Jember

4800 Universitas Negeri Semarang


source: Karo Cyber Community

Hal Yang dibutuhkan Wanita & Yang Sungguh diinginkan Pria



Apabila dalam rumah tangga muncul pelbagai masalah, yang dilakukan oleh pria tradisional untuk memecahkan masalah tersebut adalah dengan berusaha manjadi lebih sukses ditempat kerja. Mengapa? Karena dari zaman dahulu seorang pria selalu dapat lebih membahagiakan pasangannya dengan jalan menjadi pencari nafkah yang lebih sukses.


Hal ini tidak berlaku lagi pada zaman modern ini, istri pada zaman ini tidak meninggalkan suami mereka karena suami tidak memberi nafkah, namun mereka meninggalkan suami mereka karena secara emosional & romantis mereka tidak terpuaskan.


Kekecewaan istri akan ketidak puasan emosional & keromantisan terhadap suami inilah yang akhirnya mematikan semangat para suami. Suami tidak meninggalkan istri mereka karena mereka tidak mencintainya lagi, tetapi karena mereka merasa tidak mampu membahagiakan istri mereka.


Apa Yang Membuat Wanita Modern Tidak bahagia?

Terlalu berat beban yang dirasakan oleh wanita modern. Banyak hal yang dituntut dari kaum wanita. Sekurang-kurangnya 5 hari dalam seminggu kaum wanita dituntut untuk bertindak menurut aturan-aturan peri laku maskulin ditempat kerja mereka. Ketika mereka pulang ke rumah, mereka merasa perlu membersihkan rumah, mempersiapkan makan malam, mencuci pakaian, mengasuh anak, bersikap hangat, suka memberi & feminin. Tidaklah mengherankan kalau mereka membutuhkan seorang pasangan yang menyambut mereka dengan cinta & kelembutan pada akhir hari itu


Mengapa Pria Tidak Puas?

Pria modern merasa rendah gajinya, kalah & tidak dihargai. Sama halnya dengan wanita, pria juga mengalami kerugian yang ditimbulkan oleh perkawinan dengan 2 karier.


Zaman dahulu ketika seorang pria pulang kepada istri yang tetap tinggal dirumah, istrinya dengan mudah membuktikan kepadanya betapa dia sangat menghargai usaha & pengorbanan sang suami dengan melayani suaminya tanpa ada beban & kelelahan. Oleh karena itu dia (Istri) tidak banyak menuntut.


Hal ini sangat berbeda dengan keadaan pria saat ini walaupun dia bekerja lebih keras dari nenek moyang mereka. Tetapi mereka tidak mampu menjadi penopang satu-satunya keluarga mereka. Karena mereka tidak lagi mempunyai asa harga diri yang kuat sebagai satu-satunya pencari nafkah. Kadang tanpa disadari suami dengan mudah merasa dikalahkan bila pasangannya kelihatan tidak bahagia atau tidak puas.


sumber: http://ceciliaatmaja.wordpress.com/2009/01/27/hal-yang-dibutuhkan-wanita-yang-sungguh-diinginkan-pria/

Kamis, 29 Januari 2009

Yang Berbahaya di Lingkungan Kita

1. BEKAS BOTOL AQUA

Mungkin sebagian dari kita mempunyai kebiasaan memakai dan memakai
ulang botol plastik (Aqua, VIT , etc) dan menaruhnya di mobil atau di
kantor. Kebiasaan ini tidak baik, karena bahan plastic botol
(disebut juga sebagai polyethylene terephthalate or PET) yang dipakai
di botol2 ini mengandung zat2 karsinogen (atau DEHA). Botol ini aman
untuk dipakai 1-2 kali saja, jika anda ingin memakainya lebih lama,
tidak boleh lebih dari seminggu, dan harus ditaruh ditempat yang jauh
dari matahari. Kebiasaan mencuci ulang dapat membuat lapisan plastik
rusak dan zat karsinogen itu bisa masuk ke air yang kita minum. Lebih
baik membeli botol air yang memang untuk dipakai ber-ulang2, jangan
memakai botol plastik.

2 . PENGGEMAR SATE

Kalau Anda makan sate, jangan lupa makan timun setelahnya. Karena
ketika kita makan sate sebetulnya ikut juga karbon dari hasil
pembakaran arang yang dapat menyebabkan kanker. Untuk itu kita punya
obatnya yaitu timun yang disarankan untuk dimakan setelah makan
sate. Karena sate mempunyai zat Karsinogen (penyebab kanker) tetapi
timun ternyata punya anti Karsinogen. Jadi jangan lupa makan timun
setelah makan sate.

3. UDANG DAN VITAMIN C

Jangan makan udang setelah Anda makan Vitamin C. Karena ini akan
menyebabkan keracunan dari racun Arsenik (As) yang merupakan proses
reaksi dari Udang dan Vitamin C di dalam tubuh dan berakibat
keracunan yang fatal dalam hitungan jam.

4. MI INSTAN

Untuk para penggemar mi instan, pastikan Anda punya selang waktu
paling tidak 3 (tiga) hari setelah Anda mengkonsumsi mi instan, jika
Anda akan mengkonsumsinya lagi, dari informasi kedokteran, ternyata
terdapat lilin yang melapisi mi instan. Itu sebabnya mengapa mi
instan tidak lengket satu sama lainnya ketika dimasak. Konsumsi mie
instan setiap hari akan meningkatkan kemungkinan seseorang terjangkiti
kanker. Seseorang, karena begitu sibuknya dalam berkarir tidak punya
waktu lagi untuk memasak, sehingga diputuskannya untuk mengkonsumsi mi
instan setiap hari. Akhirnya dia menderita kanker.
Dokternya mengatakan bahwa hal ini disebabkan karena adanya lilin
dalam mi instan tersebut. Dokter tersebut mengatakan bahwa tubuh kita
memerlukan waktu lebih dari 2 (dua) hari untuk membersihkan
lilin tersebut.

5. BAHAYA DIBALIK KEMASAN MAKANAN

Kemasan makanan merupakan bagian dari makanan yang sehari-hari kita
konsumsi. Bagi sebagian besar orang, kemasan makanan hanya sekadar
bungkus makanan dan cenderung dianggap sebagai "pelindung " makanan.
Sebetulnya tidak tepat begitu, tergantung jenis bahan kemasan.
Sebaiknya mulai sekarang Anda cermat memilik kemasan makanan. Kemasan pada
makanan mempunyai fungsi kesehatan, pengawetan,
kemudahan, penyeragaman, promosi, dan informasi. Ada begitu banyak
bahan yang digunakan sebagai pengemas primer pada makanan, yaitu
kemasan yang bersentuhan langsung dengan makanan.
Tetapi tidak semua bahan ini aman bagi makanan yang dikemasnya.

Inilah ranking teratas bahan kemasan makanan yang perlu Anda waspadai.

A. Kertas

Beberapa kertas kemasan dan non-kemasan (kertas koran dan majalah)
yang sering digunakan untuk membungkus makanan, terdeteksi mengandung
timbal (Pb) melebihi batas yang ditentukan. Di dalam tubuh manusia,
timbal masuk melalui saluran pernapasan atau organ kita.
pencernaan menuju sistem peredaran darah dan kemudian menyebar ke
berbagai jaringan lain, seperti : ginjal, hati, otak, saraf dan tulang.
Keracunan timbal pada orang dewasa ditandai dengan gejala 3 P, yaitu
pallor (pucat), pain (sakit) & paralysis (kelumpuhan) . Keracunan yang
terjadipun bisa bersifat kronis dan akut. Untuk terhindar dari makanan
yang terkontaminasi logam berat timbal, memang susah-susah gampang.
Banyak makanan jajanan seperti pisang goreng, tahu goreng dan tempe
goreng yang dibungkus dengan Koran karena pengetahuan yang kurang dari
si penjual, padahal bahan yang panas dan berlemak mempermudah
berpindahnya timbal makanan tsb.
Sebagai usaha pencegahan, taruhlah makanan jajanan tersebut di atas piring.

B. Styrofoam

Bahan pengemas styrofoam atau polystyrene telah menjadi salah satu
pilihan yang paling populer dalam bisnis pangan. Tetapi, riset terkini
membuktikan bahwa styrofoam diragukan keamanannya. Styrofoam
yang dibuat dari kopolimer styren ini menjadi pilihan bisnis pangan
karena mampu mencegah kebocoran dan tetap mempertahankan
bentuknya saat dipegang. Selain itu, bahan tersebut juga mampu
mempertahankan panas dan dingin tetapi tetap nyaman dipegang,
mempertahankan kesegaran dan keutuhan bahan yang dikemas, biaya murah,
lebih aman, serta ringan. Pada Juli 2001, Divisi Keamanan Pangan
Pemerintah Jepang mengungkapkan bahwa residu styrofoam dalam makanan
sangat berbahaya. Residu itu dapat menyebabkan endocrine disrupter
(EDC), yaitu suatu penyakit yang terjadi akibat adanya
gangguan pada system endokrinologi dan reproduksi manusia akibat
bahan kimia karsinogen dalam makanan.

JADILAH SAHABAT BAGI ORANG LAIN DAN KIRIMKAN TULISAN INI SEBANYAK
MUNGKIN KEPADA SAHABAT ANDA.


dari: milist

Keputusan Rakernas PDIP Tak Sebut Nama Cawapres


Rakernas PDIP yang berakhir malam ini berujung antiklimaks. Berbeda dengan semangat awal yang gembar-gembor soal isu penentuan cawapres Megawati Soekarnoputri, Rakernas kali ini hanya mengumumkan kriteria pendamping capres PDIP tersebut.

Kriteria pertama, setia pada Pancasila dan UUD 1945. Kedua, cawapres harus mendapatkan dukungan rakyat dan mampu memperkuat terwujudnya stabilitas pemerintahan yang ditandai dengan kuatnya dukungan lembaga legislatif DPR.

"Ketiga, memiliki kepemimpinan yang merakyat. Keempat, secara hukum tidak terkena kasus korupsi dan kelima bisa bekerja sama dengan presiden terpilih seusai amanat UUD 1945," ujar Megawati dalam keputusan dan rekomendasi Rakernas yang dibagikan kepada wartawan di Hotel Sunan, Rabu (28/1/2009).

Selain itu, Rakernas PDIP ini memberikan mandat kepada Megawati selaku Ketua Umum partai untuk menentukan 3 sampai 5 kandidat cawapres. Terkait hal itu, Rakernas mengusulkan agar Mega membentuk tim yang bertugas untuk membantunya menyeleksi dan menentukan pendamping yang tepat. Tim ini nantinya terdiri dari orang internal dan masyarakat luas.


(detiknews.com)

Seberapa Pentingkah Keperawanan Bagi Pria?


Anda pernah membaca kabar seorang mahasiswi di Amerika Serikat nekat menjual keperawanannya via internet. Uang yang didapat rencananya bakal dipakai sebagai biaya kuliah S2.

Ya, Natalie Dylan, 22, menjual keperawanannya melalui situs lelang dan deal dengan US$ 3,7 juta. Fantastis! Harga sebesar itu hanya untuk semalam saja. Nah, laki-laki yang berminat atas keperawanan itu sedikitnya mencapai 10 ribu pria.

Begitu penting dan mahalkan sebuah keperawanan. Berikut pendapat remaja laki-laki Jakarta yang dirangkum inilah.com mengenai keperawanan.

Agus, 18, menyatakan keperawanan adalah sangat penting. Namun, harus hati-hati juga karena keperawanan bisa hilang lantaran aktivitas olah raga atau mungkin karena pernah diperkosa. Ini sangat sensitif dan harus hati-hati dalam menyikapinya.

”Tapi sebagai sebuah nilai, keperawanan adalah sebuah akhlak,” ujar Agus. ”Tapi laki-laki juga harus jujur masih perjaka atau tidak.”

Lain halnya dengan Mudi, 20, keperawanan tidaklah terlalu penting saat ini. ”Kenapa begitu karena gue sebagai cowok gak mau egois terlalu menuntut. Coba kalau dia nanya sebaliknya ke gue, apa dia juga mau terima masa lalu gue yang salah,” ujarnya.

Sementara Windi, 19, menyatakan nilai keperawanan sangat subjektif dan tidak layak dijadikan alat ukur utuk menentukan kelayakan atau nilai bagi seorang wanita. Seseorang masih perawan bisa karena hal dan juga bisa tidak perawan juga karena suatu hal.

”Intinya nggak adil kalau menilai perempuan dari keperawanannya,” kata Windi


(inilah.com)

Dari Segi Lapangan, Indonesia Layak Tuan Rumah Piala Dunia


Secara resmi Persatuan Sepak Bola Indonesia (PSSI) telah mengajukan diri ke FIFA agar pada tahun 2022 Indonesia dapat menjadi tuan rumah pergelaran Piala Dunia. Dari sarana lapangan sepak bola yang ada saat ini, yaitu ada beberapa jumlah lapangan sepak bola di Indonesia yang sudah berstandart internasional, maka hal ini tidak bisa diragukan lagi.

Berikut adalah beberapa lapangan sepak bola di Indonesia yang saat ini sudah berlisensi sebagai lapangan standart Internasional.

1. Stadion Sleman International - Jogyakarta
2. Stadion Palaran Kaltim - Samarinda

3. Stadion Manahan - Solo

4. Stadion Kanjuruhan - Malang

5. Stadion Jalak Harupat - Bandung

6. Stadion Harapan Bangsa - Aceh

7. Gelora SriWijaya - Palembang

8. Gelora Bung Karno

9. Stadion Gajayan - Malang

Dari sekian banyak lapangan yang sudah ada, masih ada beberapa lagi lapangan sepak bola yang sedang dalam tahap pembangunan dan juga renovasi agar menjadi lapangan dengan standart Internasional.

Menelisik dibagian prestasi, maka bukan tidak mungkin bila pada saat sebelum pergelaran piala dunia 2022 Indonesia bisa saja telah menjadi salah satu negara yang berprestasi baik dibidang olah raga sepak bola, bila dari sekarang semua element terkait saling membahu-membahu untuk mendongkrak naiknya prestasi para atlet sepak bola Indonesia. Semoga...

Kamis, 22 Januari 2009

Malaysia Menculik Doktor - Doktor Indonesia Atau Doktor - Doktor Indonesia Yang Kabur Ke Malaysia ?

TEMPO Interaktif, Jakarta: Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Departemen Pendidikan Nasional, Satryo Soemantri Brodjonegoro mengatakan bahwa banyak orang pintar Indonesia yang mendapat gelar doktor dari luar negeri, yang kemudian memilih tinggal dan bekerja di Malaysia, Singapura atau Brunei. “Parahnya, mereka ini yang benar-benar jago-jago. Doktor-doktor lulusan Yale, Cranfield, Stanford, MIT dan lain-lain,” ujar Satryo ketika ditemui seusai acara Seminar Nasional Hasil Penelitian Perguruan Tinggi di Komplek Bidakara, Jakarta, Kamis (19/6) siang.

Menurut Satryo, mereka yang kabur ini semuanya adalah doktor bidang ilmu eksakta seperti teknik, fisika, computer dan sejenisnya. Data yang pada pihak Dikti, saat ini sekitar 20-an doktor Indonesia lulusan luar negeri telah “diculik” Malaysia. “Sisanya, sekitar 2-3 orang bekerja di Brunei dan sekitar lima orang bekerja di Singapura,” katanya.

Eksodus orang-orang jenius ini, menurut Satryo, disebabkan PTN tempat mereka bekerja sebelumnya tidak mampu memberikan renumerasi yang layak. “Guru besar (profesor) seperti saya hanya menerima Rp 2,5 juta per bulan. Sementara gaji mereka di Malaysia, kalau dikonversi ke rupiah, sekitar Rp 50 juta per bulan. Itu belum termasuk fasilitas perumahan dan pendidikan gratis untuk anak mereka,” katanya dengan senyum miris.

Selain alasan renumerasi, banyak dari mereka yang merasa membutuhkan situasi tempat kerja yang benar-benar membawa tantangan. Mereka, kata Satryo, ingin sekali agar ilmu yang mereka dapatkan benar-benar dapat didayagunakan secara optimal.

“Dan harus diakui, Malaysia dan Negara-negara lain mampu menghadirkan hal tersebut,” ujar Satryo. Salah satunya contohnya, adalah Malaysia saat ini telah mengembangkan Pusat Biotech Valley di Petaling Jaya, Kuala Lumpur, semacam Silicon Valley di Amerika Serikat.

Pihaknya, menurut Satryo, sebenarnya sudah mencoba habis-habisan untuk membujuk mereka tetap tinggal. Tetapi karena kebanyakan dari mereka sudah menyelesaikan ikatan dinas mengajar selama sembilan tahun, maka ia tidak punya kekuasaan untk menahan.

“Bahkan saat ini saya sudah menerima 20-an permohonan ijin dari doktor-doktor lain untuk bekerja di Malaysia. Bahkan perusahaan disana, sudah bersedia mengganti biaya kompensasi beassiwa pendidikan dan ikatan dinas yang sudah dibayar pemerintah,” katanya lagi-lagi dengan nada miris.

Padahal biaya yang telah dikeluarkan pihak penyedia dana di luar negeri (tempat belajar sebelumnya) dan pemerintah tidaklah sedikit. “Untuk satu tahun pendidikan doktor di luar negeri, mereka bisa menghabiskan biaya sekitar US $ 30 ribu,” ujar Satryo.

Satryo menilai, hal ini harus mendapat perhatian yang serius karena kalau ini dibiarkan, Indonesia akan kehilangan banyak SDM berkualitas yang notebene tidak mudah untuk menghasilkannya. “Sementara Malaysia yang akan ongkang-ongkang kaki menikmati kerja keras kita,” ujarnya.

Pihak Dikti sebenarnya hendak mengusulkan agar pemerintah melakukan langkah khusus dengan meluncurkan crash program untuk memperbaiki renumerasi mereka. “Banyak dari mereka yang bicara sama saya, asalkan digaji Rp 7 juta sebulan, mereka mau bekerja di sini,” kata Satryo. Ia mengusulkan dana yang diterima Dirjen Dikti yang hanya Rp 4 milliar pertahun, menjadi Rp 14 milliar pertahun. (Amal Ihsan-TNR)


source: www.tempointeraktif.com/

Duet Mega-Sultan Langkah Mundur?



Kesediaan Sultan HB X menerima pinangan Megawati Soekarnoputri dinilai sebagai langkah mundur bagi capres yang diusung Partai RepublikaN itu. Namun di sisi lain, jika duet Megai-Sultan benar-benar terwujud di Pemilu 2009, mereka akan jadi pasangan kuat.

"Kalau dari hitung-hitungan langkah mundur, Sultan mengambil langkah mundur. Meski demikian, apabila berpasangan dengan Megawati, pasangan ini memungkinkan untuk menjadi pasangan yang kuat," kata Ketua Umum DPP PNBK Indonesia Erros Djarot di Jakarta, Kamis (22/1).


Dia mengemukakan, pasangan Mega-Sultan memungkinkan untuk memperoleh suara signifikan di Pulau Jawa yang penduduk sangat padat. Untuk sebuah pemilihan presiden, jumlah penduduk Pula Jawa yang padat merupakan salah satu sentral dari sebuah kemenangan. Selain itu, kata Erros, primodialisme masyarakat Jawa masih ada.


"persoalannya, apakah Sultan mau karena pada saat deklarasinya, Sultan hanya mau dicalonkan sebacai Capres," ujarnya.


Bagi sebagian masyarakat Jawa, lanjut Erros, pernyataan Sultan yang hanya mau dicalonkan sebagai Capres itu dan juga pernyataan lain merupakan 'sabdo pandito ratu'. Sebagai raja, Sultan dihadapkan pada keharusan untuk tetap konsisten dan berkomitmen terhadap peryatannya.


"Kalau Sultan mau menjadi nomor 2, bagaimana dengan 'sabdo pandito ratu' yang sudah disampaikan sebelumnya," imbuh Erros. [*/ana]



source: http://pemilu.inilah.com/berita/2009/01/22/78078/duet-mega-sultan-langkah-mundur/

Karyawan seperti apa yang tidak akan di PHK ?

Krisis finansial Amerika yang diawali dari kejatuhan Lehman Brothers semakin meluas dampaknya. Akankah berimbas ke Indonesia? Bisa jadi. Kondisi bisnis dan ekonomi menjadi serba tidak menentu. Tidak ada yang bisa meramalkan secara tepat apa yang akan terjadi sekian bulan ke depan. Sebagai pekerja, apa yang bisa kita lakukan untuk mengantisipasinya? Mungkin tidak banyak. Tetapi beberapa hal berikut ini mungkin bisa disimak dan dijadikan bahan pemikiran :

1. Krisis keuangan biasanya akan menelan banyak korban. Akan ada perusahaan-perusahaan yang tumbang. Kadang tidak pandang bulu. Tidak peduli berapapun umurnya, berapapun besarnya. Lehman Brothers yang semula begitu bergengsi dan sudah berdiri sejak tahun 1850, akhirnya jatuh dengan dramatis. Tidak ada perusahaan yang betul-betul aman dan bisa menjamin keamanan berkarir bagi karyawannya.

2. Perusahaan yang terkena imbas krisis mungkin terpaksa harus melakukan PHK atau mungkin merumahkan karyawannya untuk sementara waktu. Mungkin sebagian, mungkin juga seluruhnya.

3. Karyawan seperti apa yang pertama akan dikorbankan? Yang kontribusinya paling sedikit dan yang tidak menunjukkan performa kerja yang baik. Perusahaan akan menghargai dan bila memungkinkan pasti akan mempertahankan karyawan yang memiliki performa kerja yang baik dan berprestasi. Karyawan yang sudah tidak bisa menunjukkan performa kerja yang baik, tak peduli berapa tahun ia sudah bekerja, pasti akan disingkirkan terlebih dahulu. Loyalitas pada perusahaan tanpa performa kerja yang baik tidak akan ada harganya.

4. Karyawan seperti apa yang bisa terselamatkan?

a. Karyawan yang loyal pada profesi dan prestasi, yang tidak terlena dalam zona nyamannya setelah diangkat sebagai karyawan tetap. Seorang profesional yang loyal pada profesi dan prestasi kerja akan terus menerus bekerja keras sejak hari pertama kerja hingga hari terakhirnya. Ia juga senantiasa mempertajam dan memperdalam pengetahuan serta ketrampilan di bidangnya, sehingga ia tetap memiliki “daya jual” baik di perusahaan tempatnya berkarir ataupun di perusahaan lainnya.

b. Karyawan yang profesional dan memiliki reputasi baik. Reputasi yang baik di dunia kerja adalah modal dasar yang sangat besar artinya. Jaringan hubungan antar manusia yang begitu kompleks kadang bentuknya tidak seperti mata rantai yang linear melainkan menyerupai jaring laba-laba. Banyak orang sebetulnya saling terhubung satu sama lain tanpa menyadarinya. Misalnya kita dikenal oleh si A karena ia kenal dengan klien kita, atau karena ia berteman baik dengan bekas rekan kerja kita di kantor sebelumnya, sehingga latar belakang dan reputasi kita menjadi sesuatu yang transparan bagi orang lain.

5. Bagaimana bila kita sudah menjadi karyawan yang profesional, berprestasi dan memiliki reputasi baik? Ada juga yang bisa dilakukan mulai dari sekarang sebagai langkah antisipasi. Segera perluas network dan selalu dekatkan diri dengan sumber-sumber informasi tentang peluang karir. Jangan ragu untuk mencoba peluang-peluang baru yang menjanjikan, yang bisa datang dari mana saja, dari sumber yang mungkin tidak pernah Anda duga.


source: http://www.ekurniawan.net/opini/41-opini/161-dan-lehman-brothers-pun-bangkrut.html

Rabu, 21 Januari 2009

Indeks Suap Institusi Bisnis dan Pemerintah 2008

JAKARTA (Bisnis.com): Kepolisian RI dan Ditjen Bea Cukai Depkeu masuk dalam posisi teratas institusi publik yang paling banyak terjadi suap pada tahun lalu, sedangkan Pengadilan tercatat sebagai yang paling tinggi nilai suapnya.

Hasil survey kualitatif Transparency International Indonesia (TII) mengenai potensi kasus suap antara pelaku bisnis dengan pejabat institusi publik bertajuk Indeks Suap 2008 yang dipublikasikan hari ini menunjukkan lembaga hukum yang paling rentan dengan suap.

Indeks Suap itu mengukur persepsi masyarakat terhadap kerentanan terjadinya suap di institusi publik, dengan jumlah responden sebanyak 2.371 pelaku bisnis, 1.074 pejabat publik dan 396 tokoh masyarakat.

Todung Mulya Lubis, Ketua Dewan Pengurus TII, menilai hasil survey itu memang menunjukkan suatu keironisan karena suap justru terjadi di institusi yang seharusnya menegakkan hukum.

“Institusi hukum terlihat paling tertinggal, seperti kepolisian, kejaksaan dan pengadilan,” katanya.

Berdasarkan hasil survey, indeks suap Kepolisian mencapai 48% dengan total interaksi antara pelaku bisnis dan atau tokoh masyarakat dengan pejabat di lembaga itu berjumlah 1218.

Artinya, dari total interaksi itu, sekitar 48%nya terjadi suap. Adapun, nilai suap per transaksi tercatat Rp2,27 juta.

Bea Cukai yang masuk di posisi kedua memiliki indeks suap 41% dengan jumlah 423 transaksi dan nilai rata-rata suap Rp3,272 juta. Sementara itu, indeks suap Pengadilan mencapai 30% dari 204 transaksi dengan rata-rata nilai suap Rp102,412 juta.(mmh)


source: http://web.bisnis.com/umum/hukum/1id98874.html

Selasa, 20 Januari 2009

Agenda Politik Luar Negeri Barrack Obama



Pengantar

Selasa, 20 Januari 2009 akan menjadi sejarah baru Amerika Serikat: Pelantikan Barrack Husein Obama, Jr. sebagai Presiden AS ke-44. Pada event penting ini, publik akan menilai starting point yang dibuat oleh Obama untuk membuktikan retorika ‘Change We Can’ yang disuarakannya ketika kampanye.


Harapan Dunia?

Wajar jika dunia berharap pada figur Obama yang sering disebut-sebut sebagai antitesis dari George W. Bush –figur yang dianggap realis. Obama sering digambarkan sebagai seorang idealis yang akan mengubah paradigma politik luar negeri AS menjadi lebih bercitra positif, bukan struggle for power seperti selama ini dipraktikkan oleh Bush. Oleh karena itulah, jargon ‘Change We Can’ Obama ditangkap oleh masyarakat transnasional sebagai sinyal harapan atas terwujudnya Amerika Baru yang lebih damai dan berkeadilan.

Benarkah demikian? Tunggu dulu. Obama boleh saja berkampanye dengan janji untuk menawarkan perubahan, tetapi kita tak boleh terburu-buru mengklaim bahwa politik luar negeri AS akan secepat itu berubah di tangan seorang Barrack Obama. Sebab, politik luar negeri Amerika Serikat di Timur Tengah telah diformulasi untuk menjaga kepentingan Israel, dan hal ini diamini oleh Obama sendiri ketika kampanye.

Memang, Obama mewakili kelompok yang berbeda haluan dengan rezim sebelumnya. Obama lebih dekat dengan kalangan muslim karena janji kampanyenya untuk menutup Guantanamo serta menarik pasukan dari Irak. Obama juga berbeda dengan Bush dalam menyikapi isu-isu internasional. Dan yang lebih penting, Obama adalah Presiden dari kalangan minoritas pertama di Amerika Serikat.

Akan tetapi, hal tersebut tidak serta merta menjadikan Obama sebagai aktor protagonis yang akan membawa tatanan kehidupan dunia yang damai. Sekalipun Obama adalah seorang yang idealis, kita harus berbicara dalam tataran Amerika Serikat yang sejak dua dekade yang lalu telah menjadi negara unipolar. Mengubah mindset, apalagi the whole system dalam politik luar negeri AS bukan perkara mudah untuk negara sekelas Amerika Serikat. Terlebih lagi, sikap Obama yang masih mendukung Israel akan membuatnya tidak jauh berbeda dengan presiden sebelumnya.

Israel dan Obama

Obama memang telah menyatakan kedekatan dengan Israel ketika berkampanye dulu. Dirilis oleh Al-Jazeera, Obama menyatakan, "Jerusalem will remain the capital of Israel and it must remain undivided". Untuk lebih menegaskan posisinya tersebut, beliau berkomentar, "I will never compromise when it comes to Israel's security". Obama menegaskan bahwa Jerusalem –seluruh Jerusalem, tentunya—adalah ibukota Israel dan tidak akan dibagi dengan Palestina.

Komentar tersebut jelas sepihak dan terkesan tidak melihat pada realitas. Klaim sepihak Israel atas Jerusalem justru akan membuat eskalasi konflik semakin memanas, tidak saja kepada umat, tetapi juga kepada umat Kristiani karena kota ini merupakan tempat suci bagi tiga agama tersebut. Apalagi, secara teritorial, Jerusalem Timur adalah bagian dari wilayah Palestina, bukan Israel.

Sikap Obama terhadap Hamas juga demikian. Ketika ditanya tentang Hamas, Obama berkata, "We must isolate Hamas unless and until they renounce terrorism, recognise Israel's right to exist, and abide by past agreements". Padahal, jika mengacu pada hasil Pemilu 2006, Hamas adalah pemegang kursi mayoritas di Parlemen dan mereka memiliki hak untuk membentuk pemerintahan. Sikap mengisolasi Hamas justru bertentangan dengan nilai-nilai demokrasi dan menunjukkan gejala intervensionisme yang melekat dalam diri Barrack Obama.

Hal ini juga tidak membedakan Bush dan Obama, bahwa mereka pada dasarnya sama-sama mencari posisi "aman" ketika berbicara tentang Israel. Sehingga, bukan sebuah kejutan ketika Obama justru bersikap pasif dan terkesan saving face dalam menyikapi agresi Israel ke Jalur Gaza yang menewaskan sedikitnya 1000 warga Palestina. Padahal, agresi tersebut telah melanggar Konvensi Jenewa IV (1949) dan dikutuk oleh jutaan orang dari berbagai penjuru dunia.

Faktor Israel yang tidak disentuh oleh Obama menjadi sebuah pertanyaan besar bagi komitmen Obama terhadap stabilitas Timur Tengah. Karena, keberadaan Israel dan pendudukannya terhadap Palestina telah jelas menjadi penyebab konflik selama bertahun-tahun. Jika Obama justru mendukung keberadaan Israel, stabilitas justru tidak akan dapat tercapai dan hal tersebut kontraproduktif dengan komitmen yang telah dibangun Obama.

Catatan Kritis

Setidaknya, ada dua hal penting yang patut menjadi catatan dalam figur Barrack Obama.

Pertama, walaupun Obama sering menyuarakan perubahan, kita harus mengakui bahwa Obama masih harus menghadapi kekuatan lobi yang pro terhadap Israel di birokrasi dan Kongres AS. Faktor inilah yang, seperti diakui oleh G.R. Berridge, pakar diplomasi, memegang peranan kunci dalam politik luar negeri AS beberapa dekade terakhir. Jika Obama tidak mengantisipasi keberadaan mereka, baik sebagai lobbyist, politisi, ekonom, ataupun pejabat di pemerintahan, Obama takkan dapat dibedakan dengan Bush dalam politik luar negerinya.

Kedua, sikap diam Obama terhadap isu Gaza serta dukungannya terhadap Israel masih menandakan Obama tidak memiliki idealisme untuk menuntaskan masalah Palestina secara berkeadilan. Konferensi Annapolis yang menjembatani Israel dan Palestina (Fatah) telah gagal dan Israel secara tak terkendali menginvasi Jalur Gaza. Seharusnya, sebagai seorang ‘idealis’, invasi ini dikecam dan diselesaikan secara adil. Hal ini berbeda dengan kasus Irak dan Guantanamo yang telah menjadi komoditi isu untuk diangkat oleh Obama pada waktu kampanye. Sikap pasif dan mendukung Israel ini kontraproduktif dengan janji perubahan yang ditawarkannya.

Maka, sikap terbaik adalah tidak larut dalam euforia kemenangan Obama, tetapi tetap kritis dalam menilai kebijakan-kebijakan yang diambilnya. Jangan berharap lebih dari apa yang dapat dilakukan oleh seorang Obama, seberapa idealisnya dia, di sebuah negara adidaya dengan lobi-lobi Zionis yang hegemonik. Let us just wait and see!


source: http://ibnulkhattab.blogspot.com/2009/01/agenda-politik-luar-negeri-barrack.html

Forecast Ekonomi Indonesia 2009

Resesi yang bermula di US dengan masalah pada subprime mortgage Agustus 2008. Kasus subprime mortgage ini menimbulkan efek domino yang meluas, di mana stock price berguguran, bursa2 dunia ikut terseret, bahkan perusahaan keuangan global sekelas Lehman Brothers satu per satu juga rontok.

Berdasrkan business week, diperkirakan kekayaan orang US saja yang hilang mencapai US $ 10 T, dan jumlah itu setara dengan Rp. 105.000 T atau 100x nya APBN Indonesia. Hal ini belum menghitung hilangnya kekayaan di berbagai benua lainnya. Di indonesia, kekayaan para pemian bursa menyusut hampir separuhnya, banyak yang mengalami kerugian.

Krisis ini juga menghantam sektor riil. Perusahaan raksasa otomotif US ikut kena imbasnya. Resesi inipun menyebar secepat dampak krisis finansialnya. Beragam upaya untuk mengerem laju dampak buruk ini terus gencar, namun masih juga belum menunjukkan hasil signifikan. Bailout terus digelontorkan hingga ratusan miliar dolar oelh berbagai negara. US pun sebagai sumber krisis juga telah mengucurkan US $ 700 M. Tapi para ekonom pesimis krisis ini akan berakhir cepat. Menurut Stephen Roach (kepala ekonom morgan stanley asia di jakarta) mengatakan paling cepat pemulihan baru terasa pada tahun 2010.

Krisis US tersebut berdampak global dan akhirnya juga berdampak pada negeri kita Indonesia, dimana perekonomian Indonesia melambat. Tingkat pengangguran semakin melonjak sehubungan dengan sector manufaktur yang ikut terpukul juga.

Apabila kita tarik mundur di mana terjadi krismon tahun 1998 yang mendera negara-negara asia termasuk Indonesia, krisis keuangan kali ini jauh lebih parah dan besaar. Krisis kali ini membuat perekonomian global meltdown menuju jurang resesi, sesuram great depression tahun 1930. Menurut Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, risiko perlambatan ekonomi tak bisa dihindari, dampaknya diprediksi akan cukup dalam pada semester I tahun 2009 ini. Penyebabnya, faktor pendorong pertumbuhan (ekspor dan investasi) terpukul. The most severe impact memang sektor riil, di mana lesunya permintaan global akan membuat industri berbasis ekpor seperti kerajinan-meubel-tekstil akan merosot tajam.

Sektor moneter juga berisiko pada tahun 2009 ini. Cadangan devisa kita sudah melorot. Sepanjang 2008 Rp telah terdepresiasi +/- 16% dari semula 9.395/dolar menjadi 11.100/dolar. Terus melemahnya Rp dapat memicu inflasi yang makin tinggi. Namun d tengah2 threat tersebut, masi ada secercah harapan. Sektor energi, pangan, dan juga infrastruktur dinilai masih menjanjikan dan memeberikan opportunity. Bank Indonesia, selaku bank central membuat kebijakan2 breakthrough dengan menurunkan suku bunga acuan. Suku bunga BI rate diturunkan sebesar 50 basis poin menjadi 8,75%. Keputusan penurunan BI rate ini diambil setelah melihat kondisi keseluruhan ekonomi moneter dan prospek perekonomian 2009.

Beberapa sektor dinilai masih berpotensi bertahan bahkan tumbuh, yaitu sektor usaha kecil dan menengah. Sektor energi terutama batubara dan gas, tetap berpotensi bangkit kendati tahun lalu harga cenderung menurun. Sektor pangan dan infrastruktur juga masih berpotensi pada tahun 2009 ini. Sektor energi, pangan dan infrastruktur masih memberikan harapan karena 3 sektor ini mempunyai pangsa pasar yang besar, ketiganya ini akan menjadi pilar-pilar penting.

Prediksi Pertumbuhan Versi Pemerintah Indonesia
Perkebunan = 2,5%
Kehutanan = -2,5%
Pertambangan migas = 2,5%
Industri nonmigas = 2,0%
Listrik, gas, dan air minum = 6,5%
Bangunan = 5,0%
Perdagangan = 6,5%
Telekomunikasi = 10,0%
Keuangan = 5,0%

Tujuh Agenda Ekonomi Prioritas 2009
1. Membatasi pengangguran baru akibat resesi di dunia
2. Mengelola inflasi oada batas tertentu
3. Menjaga sekuat tenaga gerak sektor riil dengan sejumlah kebijakan, termasuk insentif fiskal
4. Mempertahankan daya beli masyarakat
5. Melindungi masyarakat miskin dengan penyaluran bantuan langsung tunai dan lain2
6. Memelihra kecukupan pangan dan energi
7. Menjaga momentum pertumbuhan di atas 4,5%


Sumber: TEMPO, edisi 12, 18 Januari 2009