Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 06 Februari 2009

Parkinson Usia Muda

Parkinson Disease atau biasa disebut Parkinson selama ini dikenal sebagai penyakit yang menyerang orang usia lanjut. Namun, penyakit yang ditemukan pada 1817 oleh dr James Parkinson ini juga menyerang usia muda. Sebut saja Jeni Susilowati yang kini berusia 48 tahun. Dia terkena Parkinson sejak umur 25 tahun. Jeni merupakan pasien Parkinson termuda yang mejalani perawatan di RSU dr Soetomo Surabaya.

Selain Jeni, di Driyorejo, Gresik, satu keluarga juga terkena Parkinson pada usia relatif muda. Sang ayah memilih pensiun dini dari TNI AL pada usia 45 tahun karena penyakit ini. Ternyata, kedua putrinya juga mengidap penyakit yang sama. Bahkan, putri pertama meninggal pada usia 45 tahun, tiga tahun setelah Parkinsonnya parah.


Rata-rata serangan Parkinson terhadap keluarga di Driyorejo itu mulai terjadi sejak usia 40 tahun. “Kalau mau salaman, tangannya bergerak ke sana ke mari,” tutur tetangga penderita Parkinson ini di Surabaya, Kamis (5/2).


Namun, pasien Parkinson yang dirawat di RS rata-rata memang berusia di atas 60 tahun. Di RS Haji Surabaya pada 2007 tercatat 84 pasien dan 85 pasien pada 2008. Di RS Siloam Surabaya tercatat 33 pasien pada 2007 dan 22 pasien selama 2008. Di RS Al-Irsyad hanya 3 pasien pada 2007 dan 2 pasien pada 2008. Di RSU dr Soetomo pada 2007 tercata 130 pasien dan meningkat pada 2008 dengan 25-30 pasien per bulan.


Mengapa Parkinson menyerang usia muda? ”Rata-rata Parkinson menyerang pada usia 60 tahun, tapi pada orang bisa menyerang orang yang lebih muda bila mereka mengalami trauma otak dan yang memiliki bakat Parkinson,” tutur dr Linardi Widjaya SpS(K), dokter yang praktik di RS Siloam Surabaya, Kamis (5/2).


Linardi menjelaskan, penyebab Parkinson adalah kerusakan neuron, unit terkecil pada otak yang berperan meneruskan pesan dari otak ke syaraf sebelum pesan sampai ke anggota tubuh lainnya, atau sebaliknya. Komunikasi antarneuron terjadi dengan bantuan zat cair yang disebut neurotransmitter yang meloncat dari satu neuron ke neuron lain.


Untuk gerak motoris, jelas dr Linardi, neurotransmitter yang dipakai adalah Dopamin dan Acetyl-Cholin. Pada otak sehat, jumlah keduanya seimbang sehingga gerak motoris mulus.


Dopamin sebagian besar dibuat oleh sekelompok neuron yang disebut substantia nigra yang berada di basal ganglia (di bagian bawah atau dasar otak).”Nah, kerusakan substantia nigra inilah yang mendasari munculnya penyakit Parkinson,” jelas dr Linardi.

Gejala Parkinson

Orang dengan Parkinson mempunyai tanda bahwa substantial nigranya (bagian otak yang menghasilkan dopamin, noradrenalin, dan serotonin) rusak atau kering. Akibatnya, otak kehilangan kemampuan memproduksi bahan kimia tersebut.


Parkinson dimulai dengan gangguan kecil seperti Bradykinesia (gerak melambat), resting tremor yang khas, rigidity (otot kaku), kesulitan melangkah (gait disturbance). Namun, kadang-kadang ada yang dimulai dengan depresi (rasa susah), instabilituy (mudah jatuh). Selain itu, juga ada gejala nonmotorik seperti kemunduran intelektual secara progresif (dementia), kesulitan tidur, gelisah, dan berbagai mimpi buruk.


”Juga adanya perubahan emosi seperti penakut, mudah tersinggung, tidak percaya diri dan rasa sedih, gangguan buang air besar (BAB) dan buang air kecil (BAK), serta kegelisahan seksual,” ungkap dr Linardi.


Kebanyakan orang dengan Parkinson, lanjut Linardi, tak mempunyai penyebab spesifik. Namun beberapa di antaranya dapat disebabkan karena keturunan, toksin/racun, trauma kepala, dan penyakit Parkinson drug-incuded. Untuk keturunan, sejumlah mutasi genetic yang spesifik penyebab penyakit Parkinson telah ditemukan, termasuk dalam populasi tertentu ( Contursi, Italia) dan terdapat dalam suatu kasus minoritas penyakit Parkinson.


”Seseorang yang menderita Parkinson kemungkinan mempunyai keluarga yang juga mempunyai penyakit Parkinson. Namun bagaimana pun, hal ini tidak berarti bahwa penyakit tersebut telah diteruskan secara genetik,” jelasnya.


Racun yang diduga sangat kuat dan bisa menyebabkan Parkinson adalah pestisida dan transition-series logam seperti mangan atau besi. Selain itu, Anipsychotics yang digunakan untuk penyembuhan penyakit kejiwaan dapat mempengaruhi gejala penyakit Parkinson akibat penurunan aktivitas dopaminergic.

On-Off

”Beberapa penderita menunjukkan gejala on-off yang sangat mengganggu karena penderita tidak tahu kapan gerakannya mendadak menjadi terhenti, membeku, sulit. Jadi gerakannya terinterupsi sejenak,” kata dr Linardi.


Dia menambahkan, penderita Parkinson dengan gejala yang sudah jelas tidak perlu dirawat di rumah sakit. “Banyak terapi yang digunakan untuk menyembuhkan penyakit Parkinson,” katanya.


Selain mengonsumsi obat-obatan, sebagian besar penderita Parkinson akan merasa efek baik dari terapi fisik. Pasien akan termotivasi sehingga terapi ini bisa dilakukan di rumah, dengan diberikan petunjuk atau latihan contoh di klinik terapi fisik.


Program terapi fisik pada penyakit Parkinson merupakan program jangka panjang dan jenis terapi disesuaikan dengan perkembangan atau perburukan penyakit, misalnya perubahan pada rigiditas, tremor, dan hambatan lainnya. Tidak hanya terapi fisik, terapi suara juga dibutuhkan untuk “kekacauan suara” yang diakibatkan Parkinson, yakni dengan Lee Silverman Voice Treatment (LSVT) untuk meningkatkan volume suara. k1


source: http://www.surabayapost.co.id/?mnu=berita&act=view&id=afd0be2fd16b0101d8926769343c7950&jenis=c81e728d9d4c2f636f067f89cc14862c

Kamis, 29 Januari 2009

Yang Berbahaya di Lingkungan Kita

1. BEKAS BOTOL AQUA

Mungkin sebagian dari kita mempunyai kebiasaan memakai dan memakai
ulang botol plastik (Aqua, VIT , etc) dan menaruhnya di mobil atau di
kantor. Kebiasaan ini tidak baik, karena bahan plastic botol
(disebut juga sebagai polyethylene terephthalate or PET) yang dipakai
di botol2 ini mengandung zat2 karsinogen (atau DEHA). Botol ini aman
untuk dipakai 1-2 kali saja, jika anda ingin memakainya lebih lama,
tidak boleh lebih dari seminggu, dan harus ditaruh ditempat yang jauh
dari matahari. Kebiasaan mencuci ulang dapat membuat lapisan plastik
rusak dan zat karsinogen itu bisa masuk ke air yang kita minum. Lebih
baik membeli botol air yang memang untuk dipakai ber-ulang2, jangan
memakai botol plastik.

2 . PENGGEMAR SATE

Kalau Anda makan sate, jangan lupa makan timun setelahnya. Karena
ketika kita makan sate sebetulnya ikut juga karbon dari hasil
pembakaran arang yang dapat menyebabkan kanker. Untuk itu kita punya
obatnya yaitu timun yang disarankan untuk dimakan setelah makan
sate. Karena sate mempunyai zat Karsinogen (penyebab kanker) tetapi
timun ternyata punya anti Karsinogen. Jadi jangan lupa makan timun
setelah makan sate.

3. UDANG DAN VITAMIN C

Jangan makan udang setelah Anda makan Vitamin C. Karena ini akan
menyebabkan keracunan dari racun Arsenik (As) yang merupakan proses
reaksi dari Udang dan Vitamin C di dalam tubuh dan berakibat
keracunan yang fatal dalam hitungan jam.

4. MI INSTAN

Untuk para penggemar mi instan, pastikan Anda punya selang waktu
paling tidak 3 (tiga) hari setelah Anda mengkonsumsi mi instan, jika
Anda akan mengkonsumsinya lagi, dari informasi kedokteran, ternyata
terdapat lilin yang melapisi mi instan. Itu sebabnya mengapa mi
instan tidak lengket satu sama lainnya ketika dimasak. Konsumsi mie
instan setiap hari akan meningkatkan kemungkinan seseorang terjangkiti
kanker. Seseorang, karena begitu sibuknya dalam berkarir tidak punya
waktu lagi untuk memasak, sehingga diputuskannya untuk mengkonsumsi mi
instan setiap hari. Akhirnya dia menderita kanker.
Dokternya mengatakan bahwa hal ini disebabkan karena adanya lilin
dalam mi instan tersebut. Dokter tersebut mengatakan bahwa tubuh kita
memerlukan waktu lebih dari 2 (dua) hari untuk membersihkan
lilin tersebut.

5. BAHAYA DIBALIK KEMASAN MAKANAN

Kemasan makanan merupakan bagian dari makanan yang sehari-hari kita
konsumsi. Bagi sebagian besar orang, kemasan makanan hanya sekadar
bungkus makanan dan cenderung dianggap sebagai "pelindung " makanan.
Sebetulnya tidak tepat begitu, tergantung jenis bahan kemasan.
Sebaiknya mulai sekarang Anda cermat memilik kemasan makanan. Kemasan pada
makanan mempunyai fungsi kesehatan, pengawetan,
kemudahan, penyeragaman, promosi, dan informasi. Ada begitu banyak
bahan yang digunakan sebagai pengemas primer pada makanan, yaitu
kemasan yang bersentuhan langsung dengan makanan.
Tetapi tidak semua bahan ini aman bagi makanan yang dikemasnya.

Inilah ranking teratas bahan kemasan makanan yang perlu Anda waspadai.

A. Kertas

Beberapa kertas kemasan dan non-kemasan (kertas koran dan majalah)
yang sering digunakan untuk membungkus makanan, terdeteksi mengandung
timbal (Pb) melebihi batas yang ditentukan. Di dalam tubuh manusia,
timbal masuk melalui saluran pernapasan atau organ kita.
pencernaan menuju sistem peredaran darah dan kemudian menyebar ke
berbagai jaringan lain, seperti : ginjal, hati, otak, saraf dan tulang.
Keracunan timbal pada orang dewasa ditandai dengan gejala 3 P, yaitu
pallor (pucat), pain (sakit) & paralysis (kelumpuhan) . Keracunan yang
terjadipun bisa bersifat kronis dan akut. Untuk terhindar dari makanan
yang terkontaminasi logam berat timbal, memang susah-susah gampang.
Banyak makanan jajanan seperti pisang goreng, tahu goreng dan tempe
goreng yang dibungkus dengan Koran karena pengetahuan yang kurang dari
si penjual, padahal bahan yang panas dan berlemak mempermudah
berpindahnya timbal makanan tsb.
Sebagai usaha pencegahan, taruhlah makanan jajanan tersebut di atas piring.

B. Styrofoam

Bahan pengemas styrofoam atau polystyrene telah menjadi salah satu
pilihan yang paling populer dalam bisnis pangan. Tetapi, riset terkini
membuktikan bahwa styrofoam diragukan keamanannya. Styrofoam
yang dibuat dari kopolimer styren ini menjadi pilihan bisnis pangan
karena mampu mencegah kebocoran dan tetap mempertahankan
bentuknya saat dipegang. Selain itu, bahan tersebut juga mampu
mempertahankan panas dan dingin tetapi tetap nyaman dipegang,
mempertahankan kesegaran dan keutuhan bahan yang dikemas, biaya murah,
lebih aman, serta ringan. Pada Juli 2001, Divisi Keamanan Pangan
Pemerintah Jepang mengungkapkan bahwa residu styrofoam dalam makanan
sangat berbahaya. Residu itu dapat menyebabkan endocrine disrupter
(EDC), yaitu suatu penyakit yang terjadi akibat adanya
gangguan pada system endokrinologi dan reproduksi manusia akibat
bahan kimia karsinogen dalam makanan.

JADILAH SAHABAT BAGI ORANG LAIN DAN KIRIMKAN TULISAN INI SEBANYAK
MUNGKIN KEPADA SAHABAT ANDA.


dari: milist

Rokok Haram, Penerimaan Cukai Rokok Bakal Menyusut 10 Persen

Fatwa haram merokok oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) ternyata berdampak pada penerimaan cukai tahun 2009. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai mencatat potensi melorotnya penerimaan cukai sekitar 10 persen akibat fatwa haram MUI.

Tapi, menurut Direktur Jenderal Bea dan Cukai Anwar Suprijadi, penurunan itu bisa ditangkal dengan keputusan pemerintah menaikkan cukai spesifik rokok sebesar 7 persen yang mulai berlaku 1 Februari nanti.


Dengan demikian, lanjut Anwar, penurunan riil penerimaan cukai sekitar 3 persen dari target penerimaan sebesar Rp 49,6 triliun, atau menjadi Rp 48,27 triliun. “Penurunannya cukup signifikan, doakan saja supaya langkah menggenjot penerimaan dengan penegakan hukum juga berhasil,” ujar Anwar di DPR, Selasa (27/1).


Ketua umum Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Indonesia (Gappri) Ismanu Soemiran mengatakan, fatwa haram MUI itu justru tidak berpengaruh signifikan terhadap penjualan rokok. Sebab, larangan haram itu untuk ibu hamil, anak-anak, dan larangan merokok di tempat umum yang memang sudah tertera pada label bungkus rokok. “Produsen rokok sebenarnya sudah menyosialisasikan larangan itu kepada konsumen,” jelas Ismanu di Jakarta, Selasa (27/1).


Justru, lanjut Ismanu, produsen rokok khawatir kebijakan kenaikan tarif cukai rokok spesifik yang bakal memengaruhi penjualan selama tahun 2009. “Fatwa MUI tidak membuat produsen memperkirakan ada penurunan penjualan, yang berdampak pada penjualan justru kenaikan tarif cukai spesifik,” kata Ismanu.


Ismanu memperkirakan, dampak kenaikan tarif cukai rokok spesifik itu baru terasa pada tiga bulan setelah kebijakan itu berlaku. Kontan/kcm


source: http://www.surya.co.id/2009/01/28/rokok-haram-penerimaan-cukai-rokok-bakal-menyusut-10-persen/

Sabtu, 24 Januari 2009

Vaksin Kanker Payudara ditemukan

Tak lama lagi, para penderita kanker payudara akan memiliki pilihan pengobatan baru. Uji klinis vaksin untuk mencegah kembalinya sel-sel kanker payudara akan dilakukan dalam waktu dekat.


“Setelah satu dekade mempelajari sistem imun, para peneliti mengalihkan perhatian pada pemahaman cara sejumlah molekul yang berbeda untuk bekerja sama melawan penyakit,” kata Direktur Riset Kanker Payudara di UAMS Winthrop P. Rockefeller Cancer Institute, Thomas Kiebler-Emmons seperti dilansir healthnews.com.

Vaksin ini merupakan hasil kerja para peneliti pada Program Riset di Departemen Pencegahan Kanker Payudara Amerika Serikat selama enam tahun. Penelitian ini menghabiskan biaya AS $ 2,9 juta. Hasilnya, tim peneliti sukses mengembangkan antigen peptida, tiruan antigen karbohidrat yang jumlahnya amat banyak pada sel kanker payudara.

Dengan dorongan vaksin ini, para peneliti berharap tubuh mampu memproduksi antibodi melawan peptida dalam vaksin, seperti yang dilakukan zat karbohidrat terhadap sel kanker payudara. Peptida adalah zat medium yang terbentuk dari asam amino yang mempunyai ciri khas protein, tapi tidak sama dengan protein.

Kiebler-Emmons mengaku belum menetapkan jumlah partisipan uji klinis vaksin pada beberapa bulan mendatang. Namun, dua fase pertama hanya akan melibatkan warga Arkansas. Tahap pertama akan dilakukan pada wanita penderita kanker payudara aktif dan menyebar, dan para mantan penderita yang mengalami kembali gejala kanker yang amat ditakuti wanita ini.

Selama empat hingga enam bulan, para partisipan ini akan diberi lima dosis vaksin. Pada tiga minggu pertama, mereka akan diimunisasi terus menerus. Imunisasi akan diberikan lagi pada minggu ke tujuh dan ke sembilan.

Pelaksana program, Direktur Divisi Hematologi dan Onkologi UAMS, Dr. Laura Hutchins mengatakan pengujian tahap awal ini bertujuan mencari efek samping dari vaksin. Pengujian tahap kedua diharapkan dapat dimulai empat bulan setelah kesimpulan tahap pertama keluar.

“Tahap kedua dilakukan pada mantan penderita yang sudah sembuh namun memiliki risiko kambuh tinggi,” kata Hutchins. Partisipan yang ingin ikut serta dalam uji klinis ini harus sudah menyelesaikan kemoterapi setidaknya enam bulan sebelumnya. Sekali lagi Hutchins mengingatkan bahwa vaksin ini tidak menggantikan perawatan kanker yang sudah ada, namun menghadirkan pilihan lain.

Institut Kanker Nasional menemukan setiap satu dari delapan perempuan dibayangi kanker payudara. Meski pilihan pengobatan berkembang sangat pesat beberapa dekade belakangan namun Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (PPPP) di Departemen Kesehatan dan Layanan Masyarakat Amerika Serikat melaporkan pada 2004, sebanyak 40.954 perempuan meninggal akibat kanker ini. Pada tahun yang sama, 362 pria juga menjadi korban.

Kanker payudara terutama menyerang perempuan yang kelebihan berat badan, dan/atau sudah memasuki masa menopause. Mereka yang terbiasa minum alkohol lebih dari 56,67 gram per hari atau perokok berat juga terncam kanker ini. Di Amerika, kanker payudara merupakan jenis kanker kedua yang terbanyak ditemui pada perempuan setelah kanker kulit.


source: http://kosmo.vivanews.com/news/read/24464-temuan_baru__vaksin_kanker_payudara

Selasa, 20 Januari 2009

Susu Sapi - memicu osteoporosis dan tidak ideal untuk tubuh

Dokter dan ahli gizi pada umumnya menyarankan pasiennya yang menderita osteoporosis untuk mengkonsumsi lebih banyak susu sapi karena mengandung kalsium tinggi.


Kedengarannya cukup masuk diakal, tetapi tidak akan berhasil. Orang Amerika dan Eropa Utara mengonsumsi 800 mg - 1200 mg kalsium sehari, tapi tetap saja mereka lebih menderita osteoporosis daripada orang Asia dan Afrika yang mengonsumsi 300 mg - 500 mg kalsium per hari.

Penyebab utama osteopororis adalah terlalu banyak mengonsumsi acidic yang berasal dari daging, gula dan bahan-bahan yang mengandung kimia. Untuk menetralisir aciditas tersebut, tubuh mengambil kalsium (alkalin) dari tulang. Sehingga masalah osteoporosis bukanlah bahwa seseorang itu tidak cukup memakan kalsium. Masalahnya adalah mereka kehilangan kalsium. Dengan demikian, mengasup lebih banyak kalsium ke dalam tubuh bukanlah jawabannya, karena Anda bisa kehilangan lebih banyak daripada yang Anda asup (misalnya dengan tetap memakan daging, gula,dan bahan-bahan kimia lainnya).


Apabila ektra kalsium ini berasal dari makanan yang mengandung protein tinggi seperti susu, keju dan es krim, itu akan memperburuk keadaan. Karena makanan ini adalah pembentuk acid. Makanan-makanan ini menyebabkan tubuh kehilangan banyak kalsium. Solusi utama adalah membuat tubuh menjadi alkalin. Dengan memakan lebih banyak sayuran dan menghindari makanan pembentuk acid seperti daging, gula dan bahan-bahan kimia.


Kelihatannya, dokter, ahli gizi dan perusahaan susu adalah keliru bila mereka mengatakan bahwa susu adalah sumber terbaik untuk kalsium.


Lebih banyak kalsium yang bisa ditemukan di biji2an (khususnya biji wijen = sesame seeds) dan rumput laut (jenis hijiki).


Biji2an ini mengandung 14 kali lebih banyak kalsium dari susu. Selain itu, biji2an ini juga pembentuk alkalin, makanan ini menyediakan kalsium tanpa membentuk acid yang menghilangkan kalsium dari tulang.


artikel aslinya dapat ditemukan di link berikut ini: http://www.natural-cancer-cures.com/acidic-condition.html


untuk mengetahui makanan apa saja yang mengandung alkalin dan acid dapat dibaca di link ini http://www.essense-of-life.com/info/foodchart.htm


Sebar luaskan artikel ini untuk membantu orang-orang yang Anda kasihi agar mulai menghentikan minum susu sapi karena itu akan memperparah penderita osteoporosis. Anak sapi dewasa saja tidak minum susu induk sapinya, dan tidak pernah sapi itu menderita osteoporosis.


sumber : email

Kecanduan Masturbasi & Cara mengatasinya



“Tanpa masturbasi rasanya seperti di neraka, namun setelah masturbasi, rasanya biasa saja.” - pecandu masturbasi..


menurut hemat saya, mengatasi kecanduan masturbasi adalah tidak menciptakan perang atau konflik terhadapnya.. juga tidak menganggap masturbasi sebagai dosa atau bukan dosa.. tapi menyadari dari segi manfaat dan bahagia..


Kita yang telah kecanduan pasti menyadari ada rasa tidak bahagia dan perasaan tidak enak setelah melakukan masturbasi. Mereka yang telah melakukan bertahun-tahun akhirnya menyadari bahwa mereka merasa telah terikat, dan mencapai titik kecanduan yang sulit lepas dan seolah2 menjadi seperti budak. Artinya kita tidak dapat lagi mengendalikan diri dan kehilangan akal sehat, bila perasaan horny muncul.


Mengapa muncul perasaan tidak enak ?

Dapat dipastikan sebagian besar pelaku masturbasi adalah berdasarkan khayalan, bukan realita. Jadi pada saat melakukan masturbasi, sang pelaku berkhayal dan bervisualisasi. Setelah selesai masturbasi, mereka menyadari semua itu hanya khayalan. Efek lainnya adalah konsentrasi dan daya pikir sang pelaku dalam kehidupan sehari-hari menjadi berkurang drastis, karena pikirannya yang cenderung sensual membuat ia sulit berpikir jernih. Ia telah menjadi budak, dan ini tentu saja tidak enak. Hawa nafsu telah mengontrol diri kita dan memerintah kita apa yang harus kita perbuat.


Apa yang dapat kita lakukan ?

Selama bertahun-tahun, aku menganggap masturbasi-onani-coli adalah sebuah dosa dan bukan dosa. Bagaimanapun aku bersumpah untuk tidak melakukannya lagi, aku tetap melakukannya. Aku terperangkap dalam dualitas ini, yang sebenarnya lebih penting bagiku untuk secara jernih melihat apa inti permasalahan. Bukan berdebat apakah itu dosa atau tidak dosa.


Mereka yang melakukan masturbasi dan kecanduan kebanyakan awalmulanya dipicu oleh perasaan “HORNY” tapi dalam kehidupan sehari-harinya kebanyakan dari mereka itu tidak bahagia, kesepian, stress, banyak tekanan, dan sejenisnya. Sehingga ingin mencari pelarian. Jarang sekali ada orang yang berbahagia melakukan masturbasi. Masa kecil yang tidak bahagia, trauma, juga bisa menjadi pemicu melakukan onani sebagai pelarian.


Langkah pertama adalah menyadari “mengapa saya masturbasi” ? temukan akar permasalahannya..


buat saya, akar permasalahannya saya adalah “karena saya tidak bahagia dan saya ingin bahagia, tapi aku tidak tau cara bahagia selain onani”


pada intinya juga, pengalaman hiduplah yang membuat aku menyadari, membawa aku ke tahap ini. Karena aku setelah berurusan dengan hal2 berbau seks, melakukan coli sendiri scr rutin, seks bebas, pornografi, coli bareng, mengintip orang, ke panti pijat, dioral secara rame2 dibioskop, seks di toilet umum, dll. Dan aku merasa tidak bahagia juga.


Di sisi yang lain kita perlu tau cara untuk mengrelease ( melepaskan ) energi seksual ini. Karena bagaimanapun bila energi seksual ini tidak tersalurkan, kita cenderung akan gelisah dan horny. Kita juga perlu untuk menemukan cara yang dapat meminimalisasi munculnya energi seksual, mengurangi pemicu energi seksual.


Saya ingin Anda sendiri menemukan jawaban untuk Anda sendiri. Karena jawaban untuk Anda bisa saja berbeda. Anda sendiri perlu kreatif dan berupaya untuk mengenal diri Anda sendiri.


Bila saya masih lajang, tetapi tetap belum bisa lepas dari kecanduan masturbasi, bagaimana donk ?

Well, saya tidak dapat menjawab untuk Anda. Tapi bila ini adalah kasus saya, pertama2 saya akan bilang :
“Accept who you are” - “Terimalah dan Cintai diri Anda sebagaimana adanya”
“Jangan merendahkan diri anda sendiri, Jangan menghakimi”
“Jangan menganggap masturbasi adalah dosa atau bukan dosa”


Lakukanlah masturbasi sebagaimana kita biasa melakukannya. Tapi kali ini dengan cara yang agak berbeda. Kita tidak melakukannya dengan khayalan, dan kita perlu berusaha untuk itu. Bole saja tetap bermasturbasi, tapi pikiran kita perlu untuk tidak terseret dalam khayalan / cerita skenario dalam pikiran kita. Sadari saja sepenuhnya apa yang sedang anda lakukan. Bila pikiran kita sudah cenderung berkhayal, maka sadari saja. Begitu seterusnya.. Dan juga anda tidak perlu membawa beban, bahwa tidak berhasil sadar berarti adalah dosa/salah. Tidak ada dosa di sini. Bila anda mau mengekspresikan untuk menyayangi diri anda sendiri misalnya mengelus dada, paha, pantat dsbnya , ya itu oke. Tetapi lebih baik itu dilakukan dengan kesadaran dan tidak ada khayalan bahwa kita sedang melakukan dengan seseorang ( orang lain ). Tapi kita tau dan sadar itu dada kita, itu paha kita, itu pantat kita. Lakukan dengan santai, rileks dan tidak terburu-buru, dan lebih baik bila tidak mudah ejakulasi atau tidak ejakulasi.


Setidak2nya kita akan menyadari, dengan cara ini akan lebih baik buat mengrelease energi seksual daripada dengan khayalan. Pastikan waktu itu Anda mulai dengan perasaan rileks dan nyaman.


ini sebagai tambahan

cara2 yang dianggap dapat mengurangi pemicu energi seksual adalah :
- berpuasa dari daging hewan artinya tidak makan daging hewan. Memakan daging hewan, dapat memicu energi panas dan energi seksual dalam diri kita. Selain itu, kita cenderung gelisah, lebih mudah emosi dan sulit berpikir dengan tenang. Anda dapat membuktikannya sendiri.
- tidak banyak makan/minum yang dapat menimbulkan banyak energi panas, seperti cabe, bawang merah, alkohol, dan sejenisnya.
- kurangi makan berlebihan.
- menghindari zona2 / atmosfir yang tidak baik. Pornografi, tempat2 dan orang2 pemicu seks bebas, dan sejenisnya.


cara2 yang dianggap dapat mengrelease / melepaskan energi seksual :
- berhubungan badan “hanya” dengan orang yang kita cintai secara tulus. Ini sih semua orang sudah tau..
- pada dasarnya energi seksual juga adalah energi. Melakukan kegiatan fisik, seperti olah raga, lari2, bersih2, ngepel yang menguras keringat dapat mengurangi energi berlebih dalam diri kita.
- bersosialisasi. Ya, dengan mempunyai banyak aktivitasi sosialisasi, pikiran kita tidak akan cenderung sensual. Telpon teman anda, curhat dan keluar bersama juga bisa menjadi energy release yang baik.
- berbuat amal. Ya, berbuat amal kebaikan kepada orang yang membutuhkan adalah energy release yang sangat baik. Waktu dan tenaga Anda yang dikeluarkan tidak akan sia2, malah akan kembali dengan energy positif yang bahagia.
- jangan sampai nganggur, atau gak ada kerjaan. Lakukanlah sesuatu, walau anda tidak sedang ngapa2in. Bila anda benar2 sedang nganggur atau tidak sedang ngapa2in, misalnya nunggu di bis, Buang Air Besar, dll.. maka belajarlah untuk mengistirahatkan otak anda dan belajar untuk tidak berkhayal yang bukan2. Sering-sering menyadari aktivitas pikiran kita adalah kuncinya.
- Temukan sesuatu yang membuat Anda bahagia, nikmat. Bagi yang mereka yang menyukai religi, berzikir dalam hati dalam segala aktivitas kita ( terutama yg cenderung sendirian ), pada saat nunggu bis, bawa mobil, kerja di depan komputer, makan, jalan2, dsbnya. Mereka yang merasakan ada hubungan dengan Tuhan dan memasrahkan segala2nya kepada-Nya, merasakan manfaat ini. Berzikir bukanlah intinya, yang penting adalah Anda merasakan energi Kasih dari Nya. Anda merasakan kehadiranNya dan anda tahu anda tidak sendirian di planet ini. Anda memasrahkan segala2nya berarti anda merelease energi anda kepadaNya dan membiarkanNya menukar dengan energi kasihNya. Tanpa zikir juga oke, selama anda merasakan energi kasihNya dalam diri Anda.


From: Milist

Senin, 19 Januari 2009

Ejakulasi Bikin Pria Berumur Pendek?


SELAMA hidupnya seorang pria rata-rata melakukan ejakulasi sebanyak 5.000 kali. “Bila setiap ejakulasi mengeluarkan 200 juta sperma, diperkirakan selama hidupnya ia menghasilkan 1 triliun sperma,” ungkap Dr Ferryal Loetan, ASC&T, Sp.RM, MKes.

Air mani atau semen yang dikeluarkan saat ejakulasi itu berisi vitamin, mineral, protein, dan kalori yang dibutuhkan sperma agar tetap gesit berenang melewati vagina untuk membuahi sel telur. “Sel prostat pada pria juga menghasilkan zat alkalin yang tugasnya menjaga supaya sperma bisa tetap hidup melewati vagina yang sifatnya asam,” kata konsultan seks yang sering tampil di Lativi ini.

Gara-gara urusan ejakulasi ini, usia harapan hidup pria jadi lebih pendek enam tahun dibandingkan dengan perempuan. “Sehabis ejakulasi, pria selalu kelelahan. Pasalnya, air mani yang jumlahnya sekitar 5 ml setiap ejakulasi itu mengandung zinc, selenium, protein, vitamin A, C, E, dan gula.

Terbuangnya berbagai zat gizi itu lewat ejakulasi menimbulkan rasa lelah, lemas, dan lapar berkepanjangan. Dilaporkan, energi yang terbuang saat berhubungan seks adalah sebesar 36 kalori atau setara dengan berlari sepanjang 1,5 km,” ujar Dr Loetan saat berbicara di peluncuran produk NuMEN Z.

Telur setengah matang dan susu telur madu jahe (STMJ) tampaknya menjadi pilihan yang pas untuk isi ulang zat-zat gizi yang dibuang tadi. “Telur memang mengandung banyak protein dan di dalamnya terdapat zat gizi seperti yang dibuang saat ejakulasi. Bila ingin mendapatkan semua zat gizi dalam telur, cara makannya harus dalam keadaan mentah. Pemanasan dapat mengurangi nilai gizinya,” kata Diah Kusuma Dewi, S.Si, Apt, dari farmakolog dari PT Navita Inti Prima.

Namun, kebiasaan mengasup telur setengah matang, apalagi yang berlebihan, bisa menyebabkan efek samping tak menyenangkan. Kadar kolesterol tinggi dalam telur bisa menyebabkan hiperkolesterol atau kolesterol berlebih. Kandungan avidin dalam telur juga bisa menimbulkan kebotakan. Kebiasaan makan telur mentah juga bisa menyebabkan penyakit tifus karena kulit telur mentah merupakan sarang kuman Salmonella.

Semakin sering melakukan ejakulasi, kata Dr Loetan, air mani akan semakin encer. “Jumlah air mani yang ideal adalah sebesar satu sendok makan. Kuantitas dan kualitasnya amat ditentukan oleh kualitas makanan yang diasup. Tentu harus mengasup gizi seimbang, gaya hidup yang sehat tanpa rokok dan alkohol, apalagi narkoba. Kemudian tidur cukup, rajin berolahraga, dan menghindari polusi,” paparnya.


(kompas.com)

Jumat, 16 Januari 2009

Senjata Kimia Sudah Digunakan Sejak Zaman Romawi



Andai Israel benar-benar menggunakan senjata kimia untuk membinasakan militan Hamas di Jalur Gaza seperti dituduhkan sejumlah dokter di Palestina, mungkin saja tindakan tersebut terinspirasi bangsa Persia saat melawan tentara Romawi. Saat itu orang-orang Sasania dari Kerajaan Persia menggunakan zat kimia untuk mematikan tentara Romawi di terowongan bawah tanah.

Peperangan di bawah tanah tak dapat dihindari tantara Romawi karena orang-orang Persia menggunakan taktik tersebut saat berusaha mengambil alih Kota Dura-Europos di Suriah. Untuk menjebol benteng Romawi, orang Persia menggali terowongan-terowongan di bawah tanah. Sebagai balasan, tentara Romawi pun membangun terowongan untuk mencegah orang Persia memasuki kota.


Pada penggalian antara tahun 1920-1930 ditemukan 20 orang tentara Romawi yang tewas dengan posisi tak wajar. Mereka tewas di satu tempat di dalam terowongan sempit selebar 2 meter dan panjang 11 meter. Saat ditemukan masing-masing masih dalam keadaan berbaring namun siaga dengan senjata tetap di tangan.


"Untuk membunuh 20 orang di ruangan dengan lebar dan tinggi kurang dari 2 meter dan panjang 11 meter, butuh sekadar senjata tangan atau senjata yang tersembunyi," ujar Simon James, arkeolog dari Universitas Leicester Inggris. Setelah melakukan investigasi, James yakin sejumlah tentara Romawi yang tewas pada pertempuran tahun 256 itu bukan karena sabetan pedang atau tusukan tombak melainkan mati lemas.


Ia mengatakan orang-orang Persia mungkin menggunakan bitumen dan krsital sulfur untuk menaklukkan tentara Romawi. Jika dibakar, zat kimia ini menghasilkan asap tebal. Asap beracun itu dapat membunuh seseorang dalam hitungan menit apalagi tentara Romawi tak punya waktu meninggalkan terowongan bawah tanah.


Orang Persia mungkin menyadari bahwa tentara Romawi juga membangun terowongan tandingan. Mereka telah menyiapkan jebakan di terowongannya dan begitu tentara Romawi masuk, asap tebal dipompa ke dalam. Penggunaan senjata asap banyak diceritakan dalam naskah-naskah klasik dan inilah salah satu yang kemungkinan besar dilakukan orang-orang Sasania. Meski demikian, Persia gagal menaklukkan kota tersebut.


Jika analisis James benar, ini merupakan bukti tertua penggunaan senjata kimia dalam peperangan. Nah apakah Israel juga akan melakukan taktik yang sama untuk mengentikan terowongan Hamas di Gaza. Sejauh ini, angkatan udara Israel lebih memilih menghancurkan pintu masuk terowongan yang dibuat di perbatasan Mesir.


(kompas.com)

Kamis, 15 Januari 2009

Hati-hati..... Lembur Kerja Malam Hari Bisa Sebabkan Kanker

International Agency for Research on Cancer (IARC) yang merupakan sebuah unit WHO melaporkan bahwa bekerja malam kemungkinan bersifat karsinogenik, atau menyebabkan kanker.


Artinya, baru terdapat bukti yang terbatas tentang kanker pada manusia, namun telah diperoleh bukti pada hewan percobaan.

Wanita yang bekerja malam cukup lama menghadapi resiko kanker payudara lebih tinggi dibandingkan dengan wanita yang hanya bekerja siang hari.

Para periset mengatakan bekerja dengan shift mengganggu jam biologis tubuh. Padahal, jam internal ini mengatur ritme circaidan, suatu sistem kompleks yang memberi sinyal pada sel-sel untuk memproduksi hormon di berbagai kesempatan.

Gangguan ritme circadian inilah yang mungkin bisa bersifat karsiogenik atau menyebabkan kanker.

Pekerjaan shift paling banyak ditemukan dalam sektor layanan kesehatan, transportasi, industri, komunikasi, dan rumah sakit.

Data berdasarkan kasus kanker payudara di kalangan perawat dan pramugari. Diperkuat dengan studi pada hewan yang menunjukkan paparan terhadap cahaya yang terus menerus, cahaya redup di malam hari, serta simulasi jet lag memicu perkembangan tumor secara signifikan.

Salah satu meningkatnya resiko kanker adalah sistem circadian yang terganggu karena adanya paparan terhadap cahaya di malam hari. Keadaaan ini mengubah pola tidur, menekan produksi hormon melatonin, dan mengacaukan gen yang mengendalikan perkembangan tumor.

Namun, Cogliano dari IARC menyatakan, faktor apa saja yang membuat pekerjaan dengan shift menyebabkan kanker masih perlu diteliti. IARC berencana melakukan tinjauan kembali selama lima tahun mendatang ketika lebih banyak bukti yang ditemukan.

Fred Hutchison di Amerika Serikat menemukan bahwa wanita yang bekerja malam memiliki resiko kanker payudara 60% lebih besar. Hal ini kemungkinan berhubungan dengan respons tubuh terhadap cahaya.

Setelah tubuh terpapar cahaya matahari atau cahaya buatan, lalu berada pada kondisi gelap, kelenjar pineal di otak memproduksi hormon melatonin. Produksi ini terganggu jika seseorang tetap terjaga di malam hari dengan lampu menyala.

Melatonin juga berfungsi sebagai antioksidan yang melindungi DNA dari jenis kerusakan yang dapat menyebabkan kanker atau serangan jantung.

Pakar lainnya mengingatkan, ada kemungkinan bahwa orang biasa yang bekerja malam mungkin juga memiliki perilaku yang meningkatkan resiko kanker. Seperti: kecenderungan lebih tinggi untuk minum alkohol, merokok, serta kurangnya beristirahat.

Sementara dalam studi lain menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara bekerja dalam shift dengan kanker prostat.

Dr. Tatsuhiko Kubo dari Jepang mengatakan bahwa pekerja shift dikenal sebagai populasi yang beresiko tinggi untuk mengalami beberapa jenis kanker.

Menurutnya, ada kemungkinan berkurangnya produksi hormon melatonin turut berperan, karena hormon tersebut membantu tidur dan memiliki efek anti kanker.

Studi lainnya di Jepang menunjukkan pekerja shift dan pekerja malam juga menghadapi resiko kematian lebih tinggi akibat penyakit jantung.

Selain itu, efek dari faktor resiko penyakit jantung, seperti tekanan darah tinggi, obesitas, konsumsi alkohol yang berlebihan, dan merokok tampak jauh lebih kuat pada orang yang bekerja dalam shift.

Studi di University of North Carolina di Amerika Serikat menunjukkan wanita hamil yang bekerja malam hari lebih rentan untuk melahirkan prematur dibandingkan dengan mereka yang bekerja pada jam normal.

Tampak bahwa kelelahan fisik seperti terlalu lama berdiri atau mengangkat barang berat, tidak memicu terjadinya kelahiran prematur.

Lain halnya dengan bekerja malam. Wanita yang pada titik manapun dalam kehamilannya bekerja antara pukul 10 malam hingga 7 pagi, beresiko memiliki bayi prematur. Terdapat beberapa bukti bahwa aktivitas di dalam rahim berubah pada malam hari.

Menurut para ahli, ada kemungkinan bekerja malam mengganggu jam biologis tubuh dan mempengaruhi aktivitas normal rahim. (IS/ly)


sumber: http://www.rileks.com/lifestyle/31102006127768-hati-hati-lembur-kerja-malam-hari-bisa-sebabkan-kanker-.html

Senin, 17 November 2008

Waspadai Gejala Stroke di Usia Produktif

Stroke merupakan satu di antara tiga penyakit penyebab kematian terbesar di dunia dan menduduki peringkat kedua setelah jantung dan kanker. Stroke juga merupakan penyebab kecacatan utama, terutama pada golongan usia produktif.

Dengan mengetahui gejalanya, masyarakat bisa langsung membawa penderita ke rumah sakit begitu mendapati gejala seperti stroke.

Salah satu gejalanya adalah bila ada salah satu terjadi nyeri kepala sangat hebat dengan karakter tidak lazim, atau kejang yang tidak dapat dijelaskan penyebabnya, anggap saja itu sebagai gejala stroke dan segera larikan ke rumah sakit.

Kesembuhan stroke ditentukan oleh penanganan yang cepat, tepat, dan akurat akan meminimalisasi kecacatan yang ditimbulkan. Oleh karena itu, keberadaan unit stroke di rumah sakit tak lagi sekedar pelengkap tapi sudah menjadi suatu keharusan. Cepat tanggap terhadap stroke juga harus dimiliki oleh paramedis di rumah sakit.

Stroke merupakan cedera pembuluh darah otak yang berlangsung dengan tiba-tiba. Cedera tersebut berupa sumbatan atau pecah pembuluh darah. Efek yang terjadi akan sama, yakni kematian daerah otak yang mendapat suplai darah dari pembuluh darah yang cedera.

Bila sumbatan mengalami perbaikan segera disebut transient iskemic attac (TIA) atau serangan stroke sesaat. Pada TIA gejala stroke akan mengalami perbaikan sempurna, namun itu juga merupakan peringatan adanya stroke yang lebih berat.

"Gejala stroke tergantung daerah mana yang terkena sumbatan atau pecahnya pembuluh darah, sebab di tiap-tiap daerah di otak memiliki fungsi tersendiri. Bahkan 2/3 tanpa didahului peringatan apa pun, dan 1/3 memperlihatkan tanda-tanda peringatan.

Penyakit atau keadaan yang menyebabkan atau memperparah stroke disebut dengan faktor risiko stroke, di antaranya, hipertensi, diabetes mellitus, dan penyakit jantung.

Sedangkan keadaan yang dapat menyebabkan stroke adalah obesitas, merokok, dan kurangnya olahraga. Apalagi zaman sekarang stroke tak menyerang orang tua saja, tapi juga kaum usia produktif perlu waspada terhadap ancaman stroke, terutama yang gemar mengkonsumsi makanan berlemak.

Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati. Pertama, dengan menjalankan perilaku hidup sehat sejak dini. Dianjurkan juga untuk mengurangi rokok, melakukan olahraga teratur, menghindari alkohol serta stres yang berlebihan dengan selalu istirahat yang cukup.

Lakukan pengendalian faktor-faktor risiko secara optimal lalu medical check up secara rutin serta berkala, dan pasien harus mengenali tanda-tanda dini stroke.

Selain itu, Ada empat upaya yang harus dilakukan bagi penderita stroke atau yang belum mengalaminya, yakni pencegahan, pengobatan, rehabilitasi, dan promotif.

Jadi, jangan main-main. waspadai gejala stroke di usia produktif dan segera bertindak jika gejala itu terjadi. (kpl/rif)


Source:kapanlagi.com

Sekilas ten tang VERTIGO

Ini sekilas tentang VERTIGO, bagi yang belum pernah merasakannya sebaiknya DICEGAH, jangan sampai masuk dalam VERTIGO CLUB.
Ini pengalamanku sendiri, mungkin saja tidak sama dengan penderita lainnya, tapi aku hanya ingin sharing kepada para beberapa teman-temanku yang juga vertigo.

Hanya orang yang pernah mengalami VERTIGO bisa merasakan tersiksanya kalau sedang kumat, kita seperti berada di dalam sebuah ROUND TABLE lalu diputar berkeliling atau terkadang terasa seperti di ayun ke segala arah yg tidak jelas , di angkat tinggi dan berputar semuanya ...... ????!!!!!

Kepala saat diletakkan ke bantal sangat tidak nyaman, terus ingin berputar dan kita seakan mencari pegangan kemana-mana. Apalagi melihat atau menunduk ke bawah jelas tidak mungkin. Rasanya lebih baik tidur duduk saja.

Confidence level turun karena kita tidak tau kapan sang Vertigo akan muncul. Dia akan muncul begitu saja. Biasanya dengan MERISLON bisa hilang tapi TIDAK TUNTAS sembuhnya. Aku setiap tahun kumat sekali. Namun serangan vertigo yang terakhir menyebabkan aku tidak bisa tidur pada posisi kanan, setiap mau balik ke kanan maka vertigonya kumat. Aku merasakan ada sesuatu yang salah namun tidak tau apa itu ????.

Akhirnya ketika Reuni Lebaran di Bali seorang teman memberikan reference untuk berobat ke seorang Profesor di Mt E- Spore, dimana dokter ini seorang NEUROLOG dan ahli dlm penyakit Stoke, baginya vertigo enteng . Maka untuk mencari kesembuhan aku menemuinya Jumat kemarin.

Mula-mula dokter melakukan Blood Circulation Scan, di mana segera diketahui apakah ada bagian pembuluh darah yg mampet atau alirannya kurang lancar dls.
Sesudahnya dilakukan Therapy di kursi sofa oleh seorang suster sbb :
Aku telentang dengan kepala sebagian nongol keluar kursi tanpa bantal dan dipegang oleh suster, kemudian disuruh noleh ke kiri, ADUUHHHH langsung VERTIGOnya kumat, dunia berputarrrrrr, sampai tanganku menggapai-gapai mencari pegangan.... , disuruh relax sesudah hilang maka harus menoleh ke kanan, kumat lagi walau tidak separah yang kiri, relax lalu balik badan dan kepala melihat ke lantai, lalu bangun perlahan2 dengan mata melihat ke bahu , kemudian duduk kembali.
Hanya itu therapynya, tapi MANJURRRR, lalu aku diharuskan tidur bolak balik, kanan - kiri - kanan kiri dst ...dst ( Total waktu therapy sekitar +/- 15 menit )
Sesudah aku tanya kenapa bisa vertigo ternyata SANGAT SEDERHANA .

Apa itu ???

Vertigo terjadi karena kita salah posisi tidur, mungkin tanpa kita sadari kita selalu tidur pada satu posisi, misalnya kebanyakan kiri terus dan jarang kanan/kiri, sehingga ini akan memperparah vertigo, yang mengakibatkan adanya "christal" istilah mereka yg lepas dari telinga kita sehingga menyebabkan keseimbangan kita terganggu. Nah therapy itu utk mengembalikan posisi "Christal" itu, that'all ... So Simple ya, ternayta tidak ada related dengan kolesterol atau lain sebagainya. Aku hanya diberikan 1 jenis obat yang hanya diminum 1 kali saja pada malam sesudah therapy , itupun kalau masih merasa berputar. Pada malam hari itu aku tidur dengan nyenyak dan mengikuti advise nya agar tidurnya kanan-kiri-kanan- kiri, dan memakai bantal 2 buah ditumpuk agar tinggi serta harusmerubah pola tidurku yang salah. ITU SAJA cara pengobatannya.

Aku adalah penggemar pijet, maka aku sempat tanya ke dokter apakah masih boleh pijet kepala, disarankan sebaiknya tidak pijet kepala,krn kuatir tk pijetnya kan tidak tau jelas pembuluh mana yang kena pencet.
Huhuhu aku kini STOP pijet dulu deh, karena ketika kena serangan yang baru lalu itu aku pas sedang dipijet bagian kepala, mungkin saja saat itu ada yang kurang pas.

Sayangnya selama ini aku belum pernah di advise therapy begitu oleh para dokter yang pernah aku datangi. Kalau sedang vertigo maka akan dihubungkan dengan kolesterol/lipitor, istirahat, minum obat pengencer darah, dls... , sedangkan minum merislon itu membuat kita lemas.

Sabtu pagi aku therapy sekali lagi sebelum kembali ke Jakarta , sekarang aku merasa FIT dan tidak vertigo lagi, moga-moga ini akan selamanya dan aku tidak minum obat apapun.

Nah moga-moga sharing ku di atas dapat bermanfaat bagi para teman yang kebetulan sudah masuk dalam VERTIGO Club , ataupun mungkin bisa di sharing kepada family yang kena vertigo ataupun kepada yang belum pernah kena vertigo .

Note :

* TIDURLAH dengan sikap yang
*
* baik yaitu BOLAK-BALIK kiri
*
* kanan !!!
*
* SEGERALAH perhatikan dan
*
* ubah pola tidur anda bilamana
*
* anda mempunyai kecenderungan
*
* tidur pada satu posisi.
*
* Lakukan pola tidur ini mulai
*
* sekarang walaupun anda belum
*
* pernah kena vertigo.
*
* PENCEGAHAN lebih baik .


from: millist forwarded by Atmo

Minggu, 02 November 2008

Deja Vu dan Asal-Usulnya

Hampir semua dari kita pernah mengalami apa yang dinamakan deja vu: sebuah perasaan aneh yang mengatakan bahwa peristiwa baru yang sedang kita rasakan sebenarnya pernah kita alami jauh sebelumnya. Peristiwa ini bisa berupa sebuah tempat baru yang sedang dikunjungi, percakapan yang sedang dilakukan, atau sebuah acara TV yang sedang ditonton. Lebih anehnya lagi, kita juga seringkali tidak mampu untuk dapat benar-benar mengingat kapan dan bagaimana pengalaman sebelumnya itu terjadi secara rinci. Yang kita tahu hanyalah adanya sensasi misterius yang membuat kita tidak merasa asing dengan peristiwa baru itu.

Keanehan fenomena deja vu ini kemudian melahirkan beberapa teori metafisis yang mencoba menjelaskan sebab musababnya. Salah satunya adalah teori yang mengatakan bahwa deja vu sebenarnya berasal dari kejadian serupa yang pernah dialami oleh jiwa kita dalam salah satu kehidupan reinkarnasi sebelumnya di masa lampau. Bagaimana penjelasan ilmu psikologi sendiri?


Terkait dengan Umur dan Penyakit Degeneratif

Pada awalnya, beberapa ilmuwan beranggapan bahwa deja vu terjadi ketika sensasi optik yang diterima oleh sebelah mata sampai ke otak (dan dipersepsikan) lebih dulu daripada sensasi yang sama yang diterima oleh sebelah mata yang lain, sehingga menimbulkan perasaan familiar pada sesuatu yang sebenarnya baru pertama kali dilihat. Teori yang dikenal dengan nama “optical pathway delay” ini dipatahkan ketika pada bulan Desember tahun lalu ditemukan bahwa orang butapun bisa mengalami deja vu melalui indra penciuman, pendengaran, dan perabaannya.


Selain itu, sebelumnya Chris Moulin dari University of Leeds, Inggris, telah menemukan pula penderita deja vu kronis: orang-orang yang sering dapat menjelaskan secara rinci peristiwa-peristiwa yang tidak pernah terjadi. Mereka merasa tidak perlu menonton TV karena merasa telah menonton acara TV tersebut sebelumnya (padahal belum), dan mereka bahkan merasa tidak perlu pergi ke dokter untuk mengobati ‘penyakit’nya karena mereka merasa sudah pergi ke dokter dan dapat menceritakan hal-hal rinci selama kunjungannya! Alih-alih kesalahan persepsi atau delusi, para peneliti mulai melihat sebab musabab deja vu ke dalam otak dan ingatan kita.


Baru-baru ini, sebuah eksperimen pada tikus mungkin dapat memberi pencerahan baru mengenai asal-usul deja vu yang sebenarnya. Susumu Tonegawa, seorang neuroscientist MIT, membiakkan sejumlah tikus yang tidak memiliki dentate gyrus, sebuah bagian kecil dari hippocampus, yang berfungsi normal. Bagian ini sebelumnya diketahui terkait dengan ingatan episodik, yaitu ingatan mengenai pengalaman pribadi kita. Ketika menjumpai sebuah situasi, dentate gyrus akan mencatat tanda-tanda visual, audio, bau, waktu, dan tanda-tanda lainnya dari panca indra untuk dicocokkan dengan ingatan episodik kita. Jika tidak ada yang cocok, situasi ini akan ‘didaftarkan’ sebagai pengalaman baru dan dicatat untuk pembandingan di masa depan.


Menurut Tonegawa, tikus normal mempunyai kemampuan yang sama seperti manusia dalam mencocokkan persamaan dan perbedaan antara beberapa situasi. Namun, seperti yang telah diduga, tikus-tikus yang dentate gyrus-nya tidak berfungsi normal kemudian mengalami kesulitan dalam membedakan dua situasi yang serupa tapi tak sama. Hal ini, tambahnya, dapat menjelaskan mengapa pengalaman akan deja vu meningkat seiring bertambahnya usia atau munculnya penyakit-penyakit degeneratif seperti Alzheimer: kehilangan atau rusaknya sel-sel pada dentate gyrus akibat kedua hal tersebut membuat kita sulit menentukan apakah sesuatu ‘baru’ atau ‘lama’.


Menciptakan ‘Deja Vu’ dalam Laboratorium

Salah satu hal yang menyulitkan para peneliti dalam mengungkap misteri deja vu adalah kemunculan alamiahnya yang spontan dan tidak dapat diperkirakan. Seorang peneliti tidak dapat begitu saja meminta partisipan untuk datang dan ‘menyuruh’ mereka mengalami deja vu dalam kondisi lab yang steril. Deja vu pada umumnya terjadi dalam kehidupan sehari-hari, di mana tidak mungkin bagi peneliti untuk terus-menerus menghubungkan partisipan dengan alat pemindai otak yang besar dan berat. Selain itu, jarangnya deja vu terjadi membuat mengikuti partisipan kemana-mana setiap saat bukanlah hal yang efisien dan efektif untuk dilakukan. Namun beberapa peneliti telah berhasil mensimulasikan keadaan yang mirip deja vu.


Seperti yang dilaporkan LiveScience, Kenneth Peller dari Northwestern University menemukan cara yang sederhana untuk membuat seseorang memiliki ‘ingatan palsu’. Para partisipan diperlihatkan sebuah gambar, namun mereka diminta untuk membayangkan sebuah gambar yang lain sama sekali dalam benak mereka. Setelah dilakukan beberapa kali, para partisipan ini kemudian diminta untuk memilih apakah suatu gambar tertentu benar-benar mereka lihat atau hanya dibayangkan. Ternyata gambar-gambar yang hanya dibayangkan partisipan seringkali diklaim benar-benar mereka lihat. Karena itu, deja vu mungkin terjadi ketika secara kebetulan sebuah peristiwa yang dialami seseorang serupa atau mirip dengan gambaran yang pernah dibayangkan.


LiveScience juga melaporkan percobaan Akira O’Connor dan Chris Moulin dari University of Leeds dalam menciptakan sensasi deja vu melalui hipnosis. Para partisipan pertama-tama diminta untuk mengingat sederetan daftar kata-kata. Kemudian mereka dihipnotis agar mereka ‘melupakan’ kata-kata tersebut. Ketika para partisipan ini ditunjukkan daftar kata-kata yang sama, setengah dari mereka melaporkan adanya sensasi yang serupa seperti dejavu, sementara separuhnya lagi sangat yakin bahwa yang mereka alami adalah benar-benar deja vu. Menurut mereka hal ini terjadi karena area otak yang terkait dengan familiaritas diganggu kerjanya oleh hipnosis.


Sumber:

Some Imagination! How Memory Fails Us – LiveScience

Patients Suffer Deja Vu… Over and Over – LiveScience

Blind Man Has Deja Vu, Busting a Myth – LiveScience

Origin of Deja Vu Pinpointed – LiveScience

Jumat, 31 Oktober 2008

Benarkah Minuman Beralkohol Bermanfaat Bagi Jantung?

Telah terdapat beberapa penelitian yang menyebutkan bahwa selain menimbulkan berbagai dampak negatif bagi tubuh, ternyata minuman beralkohol dengan takaran tertentu berdampak positif bagi jantung dan pembuluh darah. Beberapa penelitan tersebut merumuskan bahwa meminum alkohol persentase rendah-sedang sebanyak 1 – 2 gelas kecil (sloki) setiap hari dapat mengurangi resiko serangan jantung maupun stroke sebesar 30 – 40 %.


Alkohol dengan dosis demikian ditengarai memiliki efek mengencerkan darah sehingga resiko pembentukan bekuan darah yang potensial menyumbat pembuluh darah koroner maupun otak dapat dikurangi. Selain itu alkohol dosis demikian mampu memperbaiki profil lemak-kolesterol darah, antara lain dengan meningkatkan HDL (kolesterol ‘baik’). Tentunya yang perlu diingat bahwa dosis yang dianjurkan adalah dosis rendah atau ‘icip-icip wae’, sedangkan kebiasaan minum alkohol yang berlebih tetap potensial terhadap segudang daftar penyakit maut yang menanti semisal hipertensi, gagal jantung, kanker saluran cerna, impoten, kemandulan, keguguran dan kecacatan janin, serta kerusakan otak-sistem saraf. Dan tidak lupa pula bahwa alkohol dosis tinggi akan menimbulkan ketergantungan psikis maupun fisik karena alkohol juga termasuk narkoba.


Hasil penelitian tersebut bisa jadi memberikan suatu harapan baru dalam pencegahan akan penyakit jantung yang semakin meraja rela memangsa ras manusia pada dewasa ini. Namun perlu dicermati dengan sungguh bahwa pada kenyataan praktisnya, konsumsi alkohol secara rutin walaupun dengan dosis rendah tidak dianjurkan dikarenakan adanya sifat narkoba alkohol tersebut, yaitu potensial menimbulkan kecanduan dan toleransi. Kecanduan artinya seseorang tidak dapat lepas dalam ingatan maupun dorongan perbuatan untuk mengkonsumsi zat tersebut, sedangkan toleransi berarti lambat laun si peminum membutuhkan (nagih) dosis yang lebih dari sebelumnya untuk menimbulkan efek yang dikehendaki yang sama.


Jadi saya sendiri tidak menganjurkan hasil positif dari penelitian tersebut untuk diterapkan sebagai upaya pencegahan penyakit jantung dan stroke. Alih-alih hendak mencegah serangan jantung, eh malah jatuh ke lembah kecanduan! Di samping itu dosis alkohol dosis sedang demikian yang dikonsumsi secara rutin dari laporan lain juga potensial berdampak untuk memicu kanker payudara pada wanita dengan riwayat keluarga yang memiliki kanker nomer dua tersering dijumpai pada wanita tersebut.


Selain laporan penelitian tentang efek positif alkohol bagi jantung, terdapat berbagai laporan lainnya khasiat makanan/minuman yang baik pula untuk jantung. Yang telah terbukti pula baik bagi pencegahan penyakit jantung adalah konsumsi dark choco . Di samping itu konsumsi green tea dan bawang putih masih belum menunjukkan efek positif yang bermakna. Jadi ketimbang harus beresiko kecanduan alkohol untuk mewujudkan jantung sehat, lebih baik konsumsi dark choco yang lebih aman, dan tentunya lebih enak daripada alkohol. Betul khan ?!



Rabu, 29 Oktober 2008

APAKAH “PERSEPSI,ILUSI DAN HALUSINASI ITU..?”

Kita tentu sering sekali mendengar istilah persepsi, ilusi, maupun halusinasi. Pada ilmu kejiwaan, kata-kata tersebut sangat akrab bagi mereka yang berkecimpung di dalamnya. Tapi apa sebenarnya persepsi, ilusi, dan halusinasi ditinjau dari sisi kejiwaan ?


Persepsi

Adalah hasil interaksi antara dua faktor, yaitu faktor rangsangan sensorik yang tertuju kepada individu atau seseorang dan faktor pengaruh yang mengatur atau mengolah rangsangan itu secara intra-psikis. faktor-faktor pengaruh itu dapat bersifat biologis, sosial, dan psikologis. Karena adanya proses pengaruh-mempengaruhi antara kedua faktor tadi, di mana di dalamnya bergabung pula proses asosiasi, maka terjadilah suatu hasil interaksi tertentu yang bersifat “gambaran psikis”.


Ilusi

Adalah suatu persepsi panca indera yang disebabkan adanya rangsangan panca indera yang ditafsirkan secara salah. Dengan kata lain, ilusi adalah interpretasi yang salah dari suatu rangsangan pada panca indera. Sebagai contoh, seorang penderita dengan perasaan yang bersalah, dapat meng-interpretasikan suara gemerisik daun-daun sebagai suara yang mendekatinya. Ilusi sering terjadi pada saat terjadinya ketakutan yang luar biasa pada penderita atau karena intoksikasi, baik yang disebabkan oleh racun, infeksi, maupun pemakaian narkotika dan zat adiktif.

Ilusi terjadi dalam bermacam-macam bentuk, yaitu ilusi visual (penglihatan), akustik (pendengaran), olfaktorik (pembauan), gustatorik (pengecapan), dan ilusi taktil (perabaan).


Halusinasi

Adalah persepsi panca indera yang terjadi tanpa adanya rangsangan pada reseptor-reseptor panca indera. Dengan kata lain, halusinasi adalah persepsi tanpa obyek.

Halusinasi merupakan suatu gejala penyakit kejiwaan yang gawat (serius). Individu mendengar suara tanpa adanya rangsangan akustik. Individu melihat sesuatu tanpa adanya rangsangan visual, membau sesuatu tanpa adanya rangsangan dari indera penciuman.

Halusinasi sering dijumpai pada penderita Schizophrenia dan pencandu narkoba. Halusinasi juga dapat terjadi pada orang normal, yaitu halusinasi yang terjadi pada saat pergantian antara waktu tidur dan waktu bangun. Hal ini disebut halusinasi hypnagogik.


Bermacam-macan bentuk halusinasi

Halusinasi akustik (pendengaran)
Halusinasi ini sering berbentuk :
Akoasma, yaitu suara-suara yang kacau balau yang tidak dapat dibedakan secara tegas
Phonema, yaitu suara-suara yang berbentuk suara jelas seperti yang berasal dari manusia, sehingga penderita mendengar kata-kata atau kalimat kalimat tertentu


Halusinasi visual (penglihatan)
Penderita melihat sesuatu yang sebenarnya tidak ada. Halusinasi visual sering menimbulkan ketakutan yang hebat pada penderita.


Halusinasi olfaktorik (pembauan)
Penderita membau sesuatu yang tidak dia sukai. Halusinasi ini merupakan gambaran dari perasaan bersalah penderitanya.


Halusinasi gustatorik (pengecap)
Halusinasi gustatorik murni jarang dijumpai, tetapi sering terjadi bersama-sama dengan halusinasi olfaktorik.


Halusinasi taktil (perabaan)
Halusinasi ini sering dijumpai pada pencandu narkotika dan obat terlarang.


Halusinasi haptik
Halusinasi ini merupakan suatu persepsi, di mana seolah-olah tubuh penderita bersentuhan secara fisik dengan manusia lain atau benda lain. Seringkali halusinasi haptik ini bercorak seksual, dan sangat sering dijumpai pada pencandu narkoba.


Halusinasi kinestetik
Penderita merasa bahwa anggota tubuhnya terlepas dari tubuhnya, mengalami perubahan bentuk, dan bergerak sendiri. Hal ini sering terjadi pada penderita Schizophrenia dan pencandu narkoba.


Halusinasi autoskopi
Penderita seolah-olah melihat dirinya sendiri berdiri di hadapannya.

Penderita Schizophrenia sangat perlu dikasihani karena penderitaan yang dialaminya. Tetapi mengapa banyak orang memilih untuk mengubah hidupnya yang indah dan berharga dengan memakai narkoba dan mengalami berbagai macam gangguan kejiwaan yang serius ? Tak seorangpun yang tahu …

Senin, 27 Oktober 2008

IQ BAYI BISA DIPENGARUHI OLEH SIKAP SANG AYAH

Pesan buat para ayah jika mempunyai bayi untuk selalu menjaga sikap didepan bayi. Karena sikap ayah dari waktu ke waktu ternyata dapat mempengaruhi EQ si bayi. Jika si Ayah suka menunjukkan wajal sebal, si bayi konon akan mengamati dan mengikut untuk menampilkan wajah sebal juga. Tetapi jika si Ayah suka cemburu, maka si bayi juga konon begitu juga. “EQ bayi bisa dipengaruhi oleh sikap ayahnya”, nah mari kita baca tulisan berikut ini:


Usia 0 - 3 Bulan
Hubungan emosional bayi dengan ibunya sudah ada sejak dalam kandungan, demikian kata sebagian pakar. Bayi bisa tahu bila ibunya dalam keadaan stres atau tenang. Jika ibu stres, biasanya bayi ikut rewel, cengeng, dan sebagainya. Jika ibunya tenang, bayi pun tenang. Jika saat ini ibu stres akibat kecemburuan ayah terhadap bayi (yang ditunjukkan lewat perbuatan atau kata-kata yang negatif), otomatis, bayi pun bisa merasakannya dan ikut-ikutan stres.


Sebagian pakar lain mengatakan bahwa hubungan bayi dengan orangtuanya mulai terjalin saat ayah ibunya memberinya minum, menggendong, mendekap, dan menenteramkannya. Kualitas hubungan bayi dengan ayah ibunya di masa ini akan mempengaruhi proses perkembangan keterampilan sosialnya nanti. Jika kecemburuan ayah sampai memperburuk kualitas hubungannya dengan bayi, dikhawatirkan buruk pula proses perkembangan keterampilan sosial si kecil nantinya.


Saat berusia 3 bulan, bayi mulai berminat berinteraksi sosial lewat tatap muka, terutama wajah kedua orangtuanya. Ia akan belajar banyak hal lewat pengamatan dan peniruan bagaimana ‘membaca’ dan mengungkap emosi. Inilah tahap untuk secara aktif mulai melatih emosi bayi. Apa jadinya bila ayah sering menampilkan wajah sebal atau malah membuang muka setiap kali bayi menatapnya? Maka bayi akan mengamatinya, membacanya, dan ikut-ikutan sering menampilkan wajah sebal.


Usia 6 - 8 Bulan
Di usia ini bayi mulai menemukan cara baru untuk mengungkapkan perasaan hatinya, semisal sedih, gembira, takut, marah, dan sebagainya di sekelilingnya. Jika sebelumnya ia hanya mampu memikirkan benda atau manusia yang ditatapnya saat itu, sekarang ia sudah bisa memindahkan perhatiannya sambil tetap mengingat objek/manusia tanpa harus menatapnya lagi. Kalau ia senang dengan bola merahnya, ia akan memandang orang tuanya atau orang lain sambil menyampaikan rasa senangnya (lewat senyum, ocehan, atau gelak tawa). Inilah dasar kemampuan untuk bermain dan berinteraksi secara emosional nantinya. Jika bayi lebih banyak merasa sedih/takut pada ayahnya yang galak atau ketus dibakar cemburu, ia akan selalu menatap sekelilingnya dengan ekspresi begitu pula. Mengenaskan, ya!


Usia 9 - 12 Bulan
Di rentang usia ini, bayi mulai memahami bahwa manusia dapat membagi gagasan dan emosi mereka satu sama lain. Bila ayah atau ibu bertanya kepada bayi, “Dedek lagi kesal, ya?”, bayi dapat memahami bahwa orangtuanya ternyata bisa membaca atau mengetahui suasana hatinya. Dengan kata lain bayi mulai memahami bahwa dengan menunjukkan ekspresi tertentu, ia atau orang lain dapat berbagi emosi.


Jika ayah yang cemburu keapda bayi selalu menunjukkan ekspresi negatif (acuh tak acuh, sebal, kesal, dan sebagainya), bayi pun mengetahui suasana hati ayahnya sedang tak bersahabat. Dan jika bayi selalu menjumpai ayahnya dalam keadaan seperti ini, ia pun cenderung menghindar dari sang ayah. Dengan begini, bayi akan kekurangan kasih sayang ayah. Padahal, menurut Robin Skynner, pendiri dan pengajar pada Institute of Family Therapy, Inggris, kehadiran seorang ayah yang penuh kasih sayang di samping bayi kelak akan membantu si bayi menghadapi berbagai masalah dan kelompok yang lebih dari dua orang.

Jumat, 24 Oktober 2008

Problem dengan Stretch Mark ? Hilangkan dengan Kopi !

Bagi Anda yang baru saja melahirkan, tentu penampilan Anda terganggu dengan hadirnya stretch marks atau selulit yang hadi pasca melahirkan. Ada satu perawatan yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi bahkan menghilangkan selulit tadi.

Kopi selain dikonsumsi juga memiliki manfaat yang digunakan di luar tubuh. Kopi bubuk hitam yang biasa kita sebut dengan kopi tubruk, bisa digunakan untuk perawatan tersebut.

Caranya, Anda siapkan ampas kopi bubuk hitam secukupnya, lalu gosokkan perlahan pada bagian tubuh yang mengalami selulit. Lakukan rutin, agar hasilnya maksimal.

Selain mampu menghilangkan selulit, bubuk kopi disinyalir juga dapat memperbaiki sirkulasi darah, menghaluskan kulit, anti-oksidannya mampu mencegah penuaan dini, detoksifikasi, mempercepat pengelupasan sel-sel kulit mati, sehingga kulit menjadi cerah dan lembut.

Saat ini sudah banyak salon-salon kecantikan yang menawarkan scrub kopi atau lulur kopi dengan harga yang cukup terjangkau dan dengan perawatan maksimal. Seperti di Bale-bale Tradisonal Spa dan Air Cantee Spa, jika Anda berada di luar negeri khususnya Amerika Serikat, ada banyak varian scrub kopi. Seperti produsen scrub di Michigan, AS, Indira Skin Care, membuat scrub coffee latte dengan ekstrak minyak kelapa dan teh hijau.

sumber: www.rileks.com

Selasa, 21 Oktober 2008

Sering Ejakulasi, Sperma Makin Berkualitas

Makin sering ejakulasi, makin baik pula kualitas sperma anda. Menahan ejakulasi selama beberapa hari tidak akan memperbaiki kualitas sperma anda.

Dokter IVF Sydney dan Ahli Obat-Obatan Reproduktif David Greening mengatakan hal itu dalam kesimpulan hasil risetnya.

Penemuannya itu bertentangan dengan keyakinan yang selama ini menganggap pasangan yang sedang menjalani terapi kesuburan hendaknya tidak melakukan hubungan seks selama tiga hari. Tujuannya, untuk memperoleh sperma berkulaitas.

Pada kenyataannya, lebih sering melakukan hubungan seks, kualitas sperma akan lebih baik. Sehingga, kesempatan untuk membuahi pasangan wanitanya akan lebih besar.

"Tidak diragukan lagi bahwa ada kerusakan DNA yang semakin meningkat jika sperma ditunda dikeluarkan. Lebih cepat anda mengeluarkan sperma, kerusakannya akan semakin sedikit," kata Dr. Greening kepada Kantor Berita Australia, AAP.

"Saya ingin katakan bahwa gagasan mengekang nafsu akan memperbaiki sperma adalah benar-benar salah. Bagi pasangan subur yang ingin mempunyai keturunan hendaknya sesering mungkin melakukan hubungan seks."

Greening dan rekan-rekannya meminta 42 pria untuk berejakulasi setiap hari selama tujuh hari, kemudian membandingkan kualitas sperma mereka dengan sample yang diambil pada awal uji coba tersebut. Tingkat kerusakan DNA berkurang separuhnya.


Sumber: PdPersi

Kamis, 16 Oktober 2008

Hati - Hati Pakai Earphone iPod

Peringatan bagi pengguna iPod yang sulit mengeluarkan earphone bawaan pemutar musik itu dari liang telinga mereka (karena tidak mau berhenti mendengarkan musik)! Dengarkan apa laporan raksasa EU Eropa yang bertajuk “Committee on Emerging and Newly Identified Health Risks”.
Menurut EU, riset yang dilakukannya memperlihatkan bahwa mereka yang mendengarkan MP3 player-nya selama lebih dari lima jam per hari pada volume tinggi (89 desibel tepatnya) beresiko kehilangan pendengaran dalam tempo lima tahun. “Temuan sains ini menunjukkan resiko yang jelas dan kami perlu memberikan reaksi dengan cepat,” kata Meglena Kuneva (EU Consumer Affairs Commissioner).

Ia menambahkan,”Yang lebih penting lagi adalah meningkatkan kepedulian konsumen dan menyajikan informasi ini ke publik. Kami juga perlu memperhatikan kontrol-kontrol untuk memastikan mereka benar-benar efektif dan seiring dengan teknologi baru.”
Lho, bukannya volume maksimal pada iPod sudah diturunkan, sehingga masalah ini seharusnya tidak mengemuka lagi? Hmm, ternyata tidak demikian. Earphone yang dibundelkan produsen sebenarnya bermasalah.

Earphone yang dibundelkan tidak cuma tidak nyaring, bulat, dan jelas suaranya, tetapi juga bocor begitu parahnya sehingga terdengar dari jarak tiga meter. Namun agar bisa menikmati musik saat di dalam bus atau di jalan yang agak ramai, Anda tetap perlu mengencangkan volumenya sampai batas atas.

Jadi para pembaca, kabarkan pada rekan, sahabat, teman, mitra kerja, kerabat dan juga tentunya Anda sendiri bahwa menjejalkan earphone ke liang telinga perlu pengendalian diri. Jika tidak, jangan salahkan siapa-siapa jika kelak pendengaran Anda makin memburuk, alias tuli.

Rabu, 24 September 2008

Bahaya Radiasi Ponsel pada Anak

ORANGTUA harus berpikir dua kali sebelum memenuhi permintaan anaknya yang masih duduk di sekolah dasar memiliki telepon genggam. Sebab, menurut sebuah penelitian, menggunakan telepon genggam sejak dini mempunyai risiko jangka panjang untuk kesehatan mereka.

Para peneliti di National Radiology Protection Board, Inggris, mengatakan, radiasi elektromagnetik yang dihasilkan dari telepon gengam dapat merusak DNA dan mengakibatkan tumor otak. Orangtua seharusnya tidak memberikan telepon genggam pada anak-anak yang berusia 8 tahun atau di bawahnya sebagai tindakan pencegahan gangguan radiasi dari alat-alat tersebut.

“Ketika Anda menggunakan telepon genggam, 70-80 persen energi radiasi yang dipancarkan dari antena telepon itu diserap oleh kepala. Bahkan, beberapa penelitian menunjukkan, potensi dampak negatif dari penyerapan radiasi jangka panjang yang dipancarkan oleh telepon genggam. Sayangnya, hanya sedikit penelitian yang memfokuskan pada anak-anak,” ungkap Prof Henry Lai dari University of Washington, AS, seperti dikutip web MD Health.

Prof Henry mengatakan, efek radiasi pada anak-anak sangat mengkhawatirkan karena otak yang masih berkembang sangat mungkin terkena radiasi. Tumor otak biasanya berkembang selama 30 sampai 40 tahun. Anak-anak yang menggunakan telepon genggam sejak remaja akan mempunyai periode waktu yang lebih panjang sebelum terlihat dampaknya.

“Kita tidak tahu apakah anak-anak lebih mudah terkena radiasi," katanya sambil menyarankan agar orang-orang menggunakan headset guna menjauhkan antena dari kepala.

courtesy: kompas.com


Selasa, 23 September 2008

Stress Dan Tumor Payudara

Stres ternyata banyak yang mengundang. Di rumah, ketika terjadi perselisihan dengan pasangan dan perseteruan tak kunjung padam, stres pun menjadi teman Anda.


Di kantor, manakala pekerjaan menumpuk sedangkan Anda tidak memiliki tim kerja yang baik, stres langsung hinggap. Begitu pun dengan pelajar, di saat tidak sanggup menerima materi dan tugas-tugas, stres pun mudah mendatangi. Saat badan dalam kondisi tidak sehat, apalagi diagnosis dokter menyebutkan Anda menderita kanker payudara, stres langsung menyapa.


Tak mengherankan, dari sebuah penelitian di Amerika Serikat yang melibat 236 perempuan yang didiagnosis menderita kanker payudara, ditemukan hampir 50 persen dari mereka mengalami gangguan emosional atau menunjukkan gejala kelainan kejiwaan, seperti depresi dan post-traumatic stress disorder (PTSD). Dalam sejumlah kasus, memang gangguan ini tidak memerlukan perawatan khusus. Namun, ditemukan 21 persen yang mengalami kelainan jiwa, 11 persen depresi berat dan 10 persen PTSD.


Mayoritas mengalami problem kejiwaan menengah hingga gangguan emosional berat sebanyak 41 persen. Semua atau 100 persen pasien ketika dipaparkan hasil diagnosisnya langsung dilanda cemas. Kemudian 96 persen menyatakan khawatir memikirkan ketidakjelasan perawatan yang akan dijalaninya (96 persen) dan yang merasa cemas akan terjadinya perubahan fisik mencapai 81 persen.
Tumor adalah pembengkakkan yang disebabkan oleh adanya inflamasi atau peradangan dan pertumbuhan jaringan yang abnormal di dalam tubuh. Tipe tumor berdasarkan pertumbuhannya dapat dibedakan menjadi tumor ganas (malignant tumor) dan tumor jinak (benign tumor).


Malignant tumor disebut juga sebagai kanker. Kanker berpotensi menyerang atau merusak jaringan di sekitarnya dan menyebabkan metastase (penyebaran bibit penyakit). Sedangkan benign tumor tidak menyerang jaringan disekitarnya dan tidak membentuk metastase, tapi secara lokal dapat bertumbuh menjadi besar. Biasanya benign tumor tidak muncul lagi setelah dilakukan operasi pengangkatan tumor.

courtesy: Wikimu