Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Sabtu, 30 Agustus 2008

Inflasi, Harga Daging Tikus pun Melonjak















Harga daging tikus meningkat empat kali lipat di Kamboja tahun ini seiring dengan meningkatnya harga-harga daging lain yang jelas-jelas tak bisa terbeli orang-orang miskin.

Dengan inflasi yang melonjak hingga 37 persen, sekilo daging tikus mencapai harga 5000 riel (11.520 rupiah) setelah sebelumnya pernah mencapai 1200 riel. Tikus tanah yang sudah dibumbui bawang di negeri ini begitu populer dibanding sekilo daging sapi yang harganya mencapai 20.000 riel.

Pejabat setempat mengatakan bahwa daging tikus-tikus ini didapat dari area berlumpur di bagian rendah Delta Mekong, sehingga masyarakat dengan mudah menangkapnya. "Banyak anak gembira bisa menjual daging-daging untuk mendapat uang. Sebagian daging mereka simpan untuk keluarga mereka sendiri," ujar Ly Marong, pejabat dinas pertanian setempat.

"Daging-daging ini tak hanya menjadi makanan kami saja, tapi juga dimakan oleh warga Vietnam yang tinggal di perbatasan dekat wilayah kami." Marong memperkirakan bahwa Kamboja bisa menyediakan lebih dari satu ton tikus hidup sehari untuk orang-orang Vietnam.

Tikus juga dimakan kebanyakan orang Thailand. Sementara itu pemerintah India timur bulan ini mengajak masyarakatnya untuk mengonsumsi tikus dalam rangka menghadapi kelangkaan bahan pangan yang terjadi.

Sumber: www.kompas.com

Tidak ada komentar: