Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Kamis, 05 Februari 2009

Gaji Obama Kalah dari PM Singapura


Setelah Barack Obama menjadi presiden AS, selalu ada yang penasaran bertanya: Berapa besar gajinya?


Oleh: Achmad Supardi

Sebagai presiden negara super power ternyata gaji Presiden AS, Barack Obama, hanya 400 ribu dollar AS per tahun. Angka ini setara dengan Rp 4,4 miliar. Jika dihitung per bulan sebesar Rp 366 juta.

Di luar itu Obama mendapat tunjangan operasional 50 ribu dollar AS (sekitar Rp 550 juta), tunjangan perjalanan tak dikenai pajak 100 ribu dollar AS (sekitar Rp 1,1 miliar), dan tunjangan hiburan 19 ribu dollar AS (sekitar Rp 209 juta). Total jenderal gaji Obama sebesar 569 ribu dollar AS atau sekitar Rp 6,259 miliar per tahun atau Rp 521 juta per bulan.


Gaji itu masih kalah jauh dengan gaji Perdana Menteri Singapura, Lee Hsien Loong, sebesar 3.870.000 dollar Singapura atau 2.856.930 dollar AS per tahun atau Rp 31,4 miliar. Bila dihitung per bulan senilai Rp 2,6 miliar. PM Lee menjadi kepala pemerintahan dengan gaji tertinggi di dunia.


Penghasilan Obama itu juga kalah jauh dengan Lloyd Blankfein, Presiden dan CEO Goldman Sachs yang membawa pulang gaji 54 juta dollar AS atau sekitar Rp 594 miliar tiap tahunnya. Lima eksekutif di bawahnya secara keseluruhan menerima 242 juta dollar AS atau sekitar Rp 2,9 triliun.


Pendapatan Obama makin jauh bila dibanding John A. Thain, CEO Merrill Lynch yang memuncaki daftar eksekutif bergaji aduhai dengan pendapatan 83 juta dollar AS tahun lalu.


Tapi kalau dibandingkan dengan gaji Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono, gaji memang jauh lebih besar. Karena gaji dan tunjangan SBY hanya Rp 62.497.800 per bulan atau Rp 749.973.600 per tahun. Tidak sampai Rp 1 miliar. Sementara Wakil Presiden Jusuf Kalla menerima Rp 42.548.670 per bulan atau Rp 510.584.040 per tahun.


Angka ini tak berubah sejak tahun 2000 saat posisi presiden dijabat KH Abdurrahman Wahid (berdasar UU. No. 7/1978 dan PP. No. 75/2000 serta Keppres No. 68/2001).


Namun, pendapatan Obama bisa kalah dengan SBY bila memperhitungkan dana khusus operasional/taktis kepresidenan sejumlah Rp 2 miliar sebulan atau Rp 24 miliar per tahun. Angka ini tidak naik dalam APBN 2006 dan tetap sama besarannya sejak tahun 2003, yaitu sejak masa pemerintahan Presiden Megawati Soekarnoputri. Namun menurut jubir kepresidnan, dana taktis ini tidak dipegang presiden dan bukan untuk keperluan presiden pribadi.


Gaji Clinton Terendah

Bukan hanya kalah jauh dibanding para CEO perusahaan raksasa, gaji Obama juga kalah jauh dibanding gaji presiden AS di masa lalu. Bila dihitung dengan nilai aktual dollar AS saat ini, gaji Obama tergolong yang terendah.


Memang, gaji presiden pertama AS, George Washington yang menjabat di tahun 1789 hanya 25 ribu dollar AS, sementara gaji Obama 400 ribu dollar AS. Namun bila dikonversi dengan nilai dollar AS saat ini, gaji George Washington itu setara dengan 566 ribu dollar AS.


Gaji dengan nilai aktual saat ini tertinggi adalah yang diraih William Howard Taft. Presiden yang menjabat di tahun 1909 ini meraih gaji 75 ribu dollar AS, namun nilainya saat ini setara dengan 1.714.000 dollar AS. Gaji tertinggi kedua diraih Richard Nixon. Meski gaji Nixon di tahun 1969 itu hanya 200 ribu dollar AS, namun nilai aktualnya saat ini setara dengan 1.135.000 dollar AS.


Yang paling kasihan dalam hal gaji, namun sekaligus paling berjasa, adalah Bill Clinton. Presiden yang menjabat di tahun 1993-2001 ini hanya mendapat gaji 200 ribu dollar AS dengan nilai aktual yang kira-kira sama.


Melihat terlalu kecilnya gaji ini, Clinton dan Kongres AS sepakat menaikkan gaji presiden menjadi 400 ribu dollar AS. Sayangnya, kenaikan gaji ini baru bisa dinikmati presiden setelah dia, yakni George W. Bush.


Biasanya, para presiden AS berasal dari keluarga relatif mapan. Karena itu, gaji tidak menjadi soal bagi mereka. George Washington, misalnya, menolak menerima gajinya karena dia sendiri sudah kaya. Dia hanya minta biaya hidupnya dipenuhi. Sementara, Theodore Roosevelt menghabiskan seluruh dari 50 ribu dollar AS gajinya untuk menjamu tamu-tamunya di Gedung Putih. Sedangkan John F. Kennedy mendonasikan seluruh gajinya untuk lembaga amal.


Pensiun

Bila Clinton berjasa menaikkan gaji presiden, maka Kongres AS di tahun 1958 berjasa memberi pensiun kepada presiden AS. Sebelumnya, presiden AS tidak menerima pendiun di masa purna tugasnya. Namun, Former Presidents Act (FPA) tahun 1958 memutuskan semua mantan presiden mendapatkan pensiun yang besarnya 25 ribu dollar AS per tahun.


Dwight d. Eisenhower yang masih menjabat di tahun 1959 adalah presiden AS pertama yang menikmati pensiun.


Saat ini nilai pensiun itu telah dinaikkan menjadi setingkat gaji menteri (eksekutif level I) senilai 191.300 dollar AS.


Fasilitas lain bagi presiden adalah pesawat. Sebuah pesawat Boeing VC-25 hasil modifikasi Boeing 747-200B dijadikan Air Force One, sarana transportasi udara bagi Presiden AS. Semua moda yang saat itu ditumpangi Presiden AS akan ditambah kata “One”, seperti Marine One untuk helikopter marinir yang sedang ditumpangi presiden, Navy One (kapal AL), Army One (kendaraan AD), juga Coast Guard One (kapal milik penjaga pantai). Di darat, presiden menggunakan limusin anti peluru yang nyaman.


Fasilitas lain adalah penjagaan 24 jam oleh Secret Service. Penjagaan bukan hanya untuk presiden, namun juga keluarga inti mereka (istri dan anak). Hingga 1997, semua presiden dan keluarga inti mereka mendapatkan penjagaan dari Secret Service seumur hidup (hingga presiden meninggal). Presiden terakhir yang mendapat penjagaan seumur hidup adalah Bill Clinton.


Namun setelah itu, presiden hanya mendapat penjagaan dari Secret Service hingga 10 tahun setelah dia meninggalkan Gedung Putih. Namun dengan besarnya ancaman teror belakangan ini, kebijakan ini mulai dipertimbangkan kembali. Ada usulan agar presiden kembali dijaga Secret Service seumur hidup.


Fasilitas lain yang lebih bermanfaat bagi publik adalah perpustakan kepresidenan. Masing-masing Presiden AS sejak Herbert Hoover memiliki tempat penyimpanan dokumen sendiri yang kini dikenal dengan nama perpustakaan kepresidenan. Isi paling spesifik adalah kebijakan, perjanjian, hingga pidato dan makalah sang presiden selama menjabat. Bahan-bahan ini juga menjadi bidang tugas National Archives and Records Administration (NARA). Saat ini ada 2 perpustakan kepresidenan di bawah kelola NARA. Pembiayaan pertama untuk gedung dan lainnya harus datang dari pihak ketiga, bukan pemerintah. Ada juga sebagian perpustakaan kepresidenan yang dikelola negara bagian dan lembaga swasta, seperti Abraham Lincoln Presidential Library and Museum yang dikelola Negara Bagian Illinois.


Namaya juga orang terpilih, banyak mantan presiden yang memiliki karir atau keterlibatan yang bagus setelah masa jabatannya berakhir.


Bill Clinton, misalnya, menjadi penggalang dana kelas dunia untuk isu-isu kemanusiaan. Jimmy Carter menjadi pendekar HAM internasional, pemantau Pemilu, juga mediator sejumlah konflik. Atas dedikasinya ini dia mendapat Nobel Perdamaian.


Sementara itu, William Howard Taft melanjutkan karirnya pasca presiden sebagai Hakim Agung AS, Andrew Johnson terpilih sebagai Senator, sedang John Quincy Adams menjadi anggota DPR selama 17 tahun. (*)


sumber: http://www.surabayapost.co.id/?mnu=berita&act=view&id=327e125136fd2d7d012efe5acf1a1301&jenis=c81e728d9d4c2f636f067f89cc14862c

Tidak ada komentar: