Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Sabtu, 20 September 2008

Cara Menamai Badai

Banyak sekali media sekarang sedang membahas kedatangan Badai Gustav, Badai Hanna, dan Ike. Nah... pertanyaannya adalah bagaimana angin tersebut mendapatkan namanya, dan apa sih sebenarnya Badai itu?

Angin Siklon Tropis adalah sistem badai yang biasanya muncul di daerah tropis dengan karakter adanya pusat kekuatan dengan tekanan rendah dan badai petir yang menciptakan adanya angin yang kuat, hujan dan petir. "Siklon Tropis" adalah nama umum yang dipakai untuk menggambarkan angin pusar yang berada di daerah tropis dan bergerak memutari "mata". Tergantung kecepatan dan kekuatan serta tempat, badai dapat dipanggil dengan nama lain. Jika angin siklon berada di daerah Atlantik dan berputar dengan kecepatan minimal 74 mil per jam, maka disebut hurricane. Jika badai yang sama terjadi di daerah Barat Laut Samudara Pasifik, maka angin yang terjadi disebut Taifun.

Jika angin berada di daerah tropis dan memiliki kecepatan minimal 39 mil per jam dan bertahan lebih dari 10 menit,maka disebut "badai tropis". Jika melebihi 74 mil per jam, maka disebut "angin hurricane". Angin hurricane yang tercatat paling besar dan berbahaya adalah Hurricane Wilma, yang melanda AS pada tahun 2005, dengan kecepatan berada di 175 mil per jam (sekitar 400 km per jam).


Secara hipotesa, badai dapat lebih parah daripada itu. Badai yang terbentuk menggunakan suhu udara hangat, itu yang akan semakin memperparah keadaan. Jika temperatur udara naik, maka pada ahli cuaca meramalkan bahwa kemungkinan badai akan semakin kuat. Tetapi yang pasti beberapa ahli memiliki pendapat yang sama, jika badai melebihi kecepatan 156 mil per jam, maka kerusakan yang timbul tidak akan jauh berbeda: besar-besaran.


Lalu bagaimana badai mendapatkan nama mereka?

Semenjak orang Eropa datang ke Amerika dan Karibia, badai mendapatkan namanya melalui beberapa sistem. Pertama, mereka dinamai berdasarkan nama para orang suci (Santo dan Santa Katholik). Kemudian, nama digunakan dengan menyebutkan posisi latitude dan longitude (derajat Lintang dan Bujur), yang kemudian disadari bahwa sistem penamaan itu akan sangat susah disebutkan.


Ahli meteorologi militer menggunakan nama wanita mulai pada Perang Dunia II, dan pada 1950, World Meteorological Organization (WMO/Badan Meteorologi Dunia) mengadopsi sistem ini. WMO menggunakan sistem berdasar abjad yang dirotasi. Nama dapat diturunkan dari daftar badai menurut permintaan dari negara yang dilanda badai. Nama ini kemudian akan dihentikan penggunaannya selama 10 tahun, yang akan mempermudah untuk sejarah dan klaim asuransi.


Pada 1979, sistem ini mulai mendapat koreksi secara politis, nama pria mulai diperkenalkan, demikian juga nama yang dikenal di Perancis dan Spanyol, mencerminkan bahasa negara yang menderita karena dilanda badai.


Sekarang, WMO menggunakan enam daftar dari 21 nama, (nama yang berawalan huruf Q, U, X, Y dan Z tidak dipergunakan) yang dirotasi setiap enam tahun sekali, dengan jenis kelamin nama bergantian setiap ada badai, dan pergantian dimulai lagi berdasarkan badai pertama di tahun tersebut. Jika terdapat lebih dari 21 kali badai dalam tahun tersebut, seperti pada 2005, maka nama berikutnya akan menggunakan nama-nama huruf dalam abjad Yunani.


Terkadang, badai mengalami krisis identitas dan namanya diubah. Hal ini terjadi ketika badai melintas dari satu lautan ke lautan lainnya, atau mati dan kemudian kembali menguat.


Nama untuk badai tahun ini?

Nama yang akan digunakan selama tahun 2008 ini adalah: Arthur, Bertha, Cristobal, Dolly, Edouard, Fay, Gustav, Hanna, Ike, Josephine, Kyle, Laura, Marco, Nana, Omar, Paloma, Rene, Sally, Teddy, Vicky dan Wilfred.

courtesy: kapanlagi.com

Tidak ada komentar: