Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Selasa, 23 September 2008

Sulawesi Selatan Punya Tambang Emas Terbesar Di Dunia


Sulawesi Selatan merupakan provinsi yang memiliki tambang emas terbesar di dunia yang hingga saat ini belum dieksplorasi. Padahal potensi ini memberi kesempatan kerja dan peningkatan pendapatan bagi masyarakat.

Bahkan, kata ahli geologi dunia asal Malaysia, Datu Azis Chemor, pada ekspose "Peluang Tambang Emas Sulsel" di ruang Rapim kantor Gubernur Sulsel, di Makassar, Senin. Dalam peta pertambangan dunia, Sulsel merupakan sentra jalur emas di dunia.

Ekspose potensi tambang emas Sulsel yang menjanjikan kehidupan masyarakat yang lebih baik di masa mendatang dihadiri Gubernur Syahrul Yasin Limpo, Wagub Agus Arifin Nu’mang, Bupati dan Wakil Bupati daerah tersebut.

Potensi tambang emas Sulsel tersebar di sejumlah kabupaten, yakni Luwu, Luwu Utara, Palopo, Luwu Timur, Tanatoraja, Pangkep, Barru, Bone, Jeneponto, Takalar, Gowa, Maros, Selayar dan Wajo, perlu dijaga dan diawasi supaya dapat diolah menjadi industri yang menjanjikan kehidupan yang layak bagi warga di daerah itu.

Hanya saja, lanjutnya, untuk pemanfaatan dan pengelolaan sumber daya alam ini menjadi emas maka harus dibangun industrinya yang investasinya cukup besar, termasuk desain lokasinya, survey lapangan, studi kelayakannya dan lainnya.

Menurut Datu Azis yang didampingi Edward Brennan, ahli pertambangan asal Australia, kandungan emas yang tersimpan di perut bumi sedalam lebih kurang 200 meter banyak ditemukan dalam kawasan hutan lindung di daerah kabupaten tersebut sehingga jika akan dikelola bisa berbenturan dengan instansi yang menangani kehutanan.

"Bank Dunia takut mendanai tambang emas sebab banyak risikonya," ujarnya seraya menambahkan, sudah banyak investor asing melirik potensi ini untuk diolah menjadi industri emas.

Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo meminta para bupati dan anggota muspida kabupaten/kota menjaga tambang emas yang banyak dijumpai di daerah ini supaya orang-orang tidak masuk ke area kawasan hutan lindung yang banyak menyimpan emas.

Sumber: Kompas

Tidak ada komentar: