Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Rabu, 17 September 2008

Kenali Tanda-tanda Kecanduan e-mail

Berapa lama anda biasa memeriksa email masuk? kurang dari 15 menit? Bahkan Anda sering memeriksa email melalui komputer, PDA atau ponsel? Terrnyata di Amerika banyak yang kecanduan ngimel. Beberapa dokter memperkirakan sekitar 11 juta orang terganggu kehidupannya karena kebiasaan ngimel. Apakah anda termasuk?

Coba periksa kebiasaan dibawah ini, bila kegiatan anda termasuk salah satunya. Bisa jadi anda sudah masuk kategori kecanduan mengunakan email:

1. Anda memeriksa email setiap 1 jam sekali.
2. Selalu memeriksa email datang, walaupun anda sedang tidak dikantor.
3. Anda merasa email yang anda kirim atau anda balas akan dijawab dalam beberapa menit.
4. Anda menghentikan kegiatan bila email datang, misalnya sedang berkomunikasi ketika anda sedang bertemu seseorang dan lebih mementingkan email

Bila kegiatan diatas menjadi rutinitas anda, sebaiknya menghentikan kegiatan tersebut. Karena ada kecenderungan anda sudah terjangkit kecanduan email

Ingatlah, email bukan hal yang penting. Bila ada masalah sangat penting, maka pesan bukan datang dari email. Karena masih banyak cara untuk menghubungi anda baik melalui SMS atau telepon.

Berikan waktu jam malam. Matikan computer jika tidak diperlukan dan hanya membuka email setelah pulang kerja selama 1 jam lalu hentikan kegiatan melihat mailbox. Diharapkan bila setahun saja kebiasaan ini dilakukan akan mengembalikan hidup anda normal kembali.

Buat urutan waktu untuk memeriksa email, misalnya memeriksa email 10 menit dipagi hari, 10 menit setelah waktu istirahat siang dan 10 menit sebelum tidur. Dengan cara ini waktu luang akan lebih banyak untuk anda sendiri.

Buat satu hari hari khusus tanpa email. Dan jangan melihat mailbox dan mengirim email ketika hari libur atau tidak bekerja.

Cobalah ambil waktu untuk berlibur, tetapi tanpa membawa peralatan elektronik seperti gadget yang dapat menerima email.

Ingatlah email dapat menunggu, sedangkan hidup kita tidak.

Sumber: igaul

Tidak ada komentar: