Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Selasa, 23 September 2008

Stress Dan Tumor Payudara

Stres ternyata banyak yang mengundang. Di rumah, ketika terjadi perselisihan dengan pasangan dan perseteruan tak kunjung padam, stres pun menjadi teman Anda.


Di kantor, manakala pekerjaan menumpuk sedangkan Anda tidak memiliki tim kerja yang baik, stres langsung hinggap. Begitu pun dengan pelajar, di saat tidak sanggup menerima materi dan tugas-tugas, stres pun mudah mendatangi. Saat badan dalam kondisi tidak sehat, apalagi diagnosis dokter menyebutkan Anda menderita kanker payudara, stres langsung menyapa.


Tak mengherankan, dari sebuah penelitian di Amerika Serikat yang melibat 236 perempuan yang didiagnosis menderita kanker payudara, ditemukan hampir 50 persen dari mereka mengalami gangguan emosional atau menunjukkan gejala kelainan kejiwaan, seperti depresi dan post-traumatic stress disorder (PTSD). Dalam sejumlah kasus, memang gangguan ini tidak memerlukan perawatan khusus. Namun, ditemukan 21 persen yang mengalami kelainan jiwa, 11 persen depresi berat dan 10 persen PTSD.


Mayoritas mengalami problem kejiwaan menengah hingga gangguan emosional berat sebanyak 41 persen. Semua atau 100 persen pasien ketika dipaparkan hasil diagnosisnya langsung dilanda cemas. Kemudian 96 persen menyatakan khawatir memikirkan ketidakjelasan perawatan yang akan dijalaninya (96 persen) dan yang merasa cemas akan terjadinya perubahan fisik mencapai 81 persen.
Tumor adalah pembengkakkan yang disebabkan oleh adanya inflamasi atau peradangan dan pertumbuhan jaringan yang abnormal di dalam tubuh. Tipe tumor berdasarkan pertumbuhannya dapat dibedakan menjadi tumor ganas (malignant tumor) dan tumor jinak (benign tumor).


Malignant tumor disebut juga sebagai kanker. Kanker berpotensi menyerang atau merusak jaringan di sekitarnya dan menyebabkan metastase (penyebaran bibit penyakit). Sedangkan benign tumor tidak menyerang jaringan disekitarnya dan tidak membentuk metastase, tapi secara lokal dapat bertumbuh menjadi besar. Biasanya benign tumor tidak muncul lagi setelah dilakukan operasi pengangkatan tumor.

courtesy: Wikimu

Tidak ada komentar: